
Paser, Kaltimedia.com – Program Kredit 0 Persen yang menjadi bagian dari visi pembangunan Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera) terus digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.
Melalui program ini, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha tanpa terbebani bunga pinjaman.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Paser, Yusuf, mengungkapkan hingga saat ini pihaknya telah merekomendasikan 260 pedagang kepada Bank Kaltimtara untuk memperoleh fasilitas pinjaman tersebut.
“Ada 260 yang sudah kita kirim rekomendasinya ke Bank Kaltimtara. Karena mereka yang akan menyalurkan kreditnya. Kemudian juga mereka yang akan melakukan BI checking dan dia akan memverifikasi ulang ke lapangan,” jelas Yusuf.
Menurutnya, proses pemberian rekomendasi dilakukan secara selektif dengan memperhatikan data tunggal calon penerima. Hal ini untuk memastikan penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.
“200 lebih itu masih di proses verifikasi. Termasuk untuk memasukkannya di sistem informasi data tunggal. Tapi kita terus melakukan penerimaan berkas, kemudian verifikasi, kemudian penerbitan rekomendasi,” ujarnya.
Yusuf menambahkan, Bupati Paser telah menargetkan agar penyaluran kredit tanpa bunga ini bisa menyentuh 500 pelaku UMKM setiap tahun.
Dengan waktu yang tersisa dua bulan hingga akhir tahun, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai.
“Sementara ini kan tinggal 2 bulan lagi. Harapan kita bisa terealisasi. Karena kami sudah melakukan proses itu. Nah, ini kami harapkan Bank Kalimantara segera mencairkan karena ini kan sudah disetujui,” tutur Yusuf.
Ia menegaskan tidak ada hambatan berarti dalam proses penyaluran, hanya menunggu pencairan dari pihak bank pusat.
“Sampai sekarang masih tidak ada kendala sebenarnya. Cuma nunggu proses saja. Jadi, kalau prosesnya selesai, insyaallah sudah bisa,” imbuhnya.
Hingga 31 Oktober 2025, Disperindagkop Paser telah menerima 480 berkas pengajuan dari pelaku UMKM. Dengan capaian ini, Yusuf yakin target 500 penerima akan terpenuhi sebelum tahun berakhir. (Dy)
Editor: Ang



