
TAMBAH GURU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan bakal menambah jumlah guru tingkat SD dan SMP. Disdikbud saat ini sedang menyiapkan pola rekrutmen Guru Kontrak Inovatif dengan status Kontrak Kerja Individu (KKI) yang akan mulai tahun 2026. Sumber foto: Ist
BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan bakal menambah jumlah guru tingkat SD dan SMP. Sebab, jumlah guru masih belum mencukupi.
Disdikbud saat ini sedang menyiapkan pola rekrutmen Guru Kontrak Inovatif dengan status Kontrak Kerja Individu (KKI) yang akan mulai tahun 2026.
Skema itu ditargetkan mampu menambah sekitar 400-500 guru pada tahap awal.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengungkapkan, bahwa kebutuhan guru di kota ini tidak dapat sepenuhnya ditangani melalui mekanisme rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebab, proses dan kuotanya ditentukan oleh pemerintah pusat.
Sementara, ujar Irfan, jumlah guru yang pensiun setiap tahun terus bertambah. Sehingga ruang kelas berpotensi kekurangan pengajar.
“Kami memerlukan langkah tambahan di luar skema PPPK. Oleh karena itu, pola rekrutmen Guru Kontrak Inovatif disiapkan untuk memperkuat jumlah tenaga pendidik di sekolah-sekolah negeri,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Program serupa telah diterapkan di sejumlah daerah lain seperti Jakarta dan Makassar. Dalam skema tersebut, masyarakat dengan kualifikasi pendidikan keguruan dapat mengikuti seleksi secara terbuka.
Irfan menegaskan, proses rekrutmen tidak memberikan prioritas kepada guru honorer atau tenaga pengajar yang sudah lama mengabdi. Adapun, seluruh peserta akan dinilai berdasarkan kompetensi dan kualifikasi.
“Seleksi bersifat terbuka. Semua yang memiliki latar belakang pendidikan guru dapat mendaftar, baik untuk jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama,” jelas Irfan.
Data kebutuhan tenaga pendidik menunjukkan, Balikpapan masih kekurangan sekitar 1.000 guru.
Dengan tambahan 400-500 guru melalui GKI pada gelombang pertama, ia berharap, beban mengajar di sekolah-sekolah dapat lebih merata dan tidak lagi bergantung pada penunjukan guru rangkap mata pelajaran atau penugasan antar sekolah.
Irfan pun menyampaikan, penerapan skema KKI akan dilaksanakan bersamaan dengan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang merupakan jalur sertifikasi resmi dari pemerintah pusat.
Dengan 2 jalur berjalan paralel, kota ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan tenaga pendidik tanpa harus menunggu alokasi yang sifatnya terbatas.
Bagi Irfan, kekurangan guru tidak hanya berdampak pada pembagian jam mengajar, namun juga dapat mempengaruhi efektivitas proses belajar dan kualitas layanan pendidikan di kelas.
Oleh karena itu, kebijakan penguatan tenaga pendidik menjadi prioritas Pemkot Balikpapan dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami berupaya agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung optimal di seluruh sekolah negeri. Penambahan guru melalui program KKI diharapkan membuat distribusi pengajar lebih merata,” ungkapnya.
Disdikbud Balikpapan saat ini tengah menyusun pedoman teknis dan perencanaan anggaran untuk mendukung implementasi KKI. Sosialisasi program akan dilakukan sebelum proses seleksi dibuka pada tahun 2026.
Dengan langkah tersebut, Pemkot menargetkan peningkatan kualitas pendidikan melalui penambahan tenaga pendidik yang memenuhi kualifikasi, terukur, dan dapat ditempatkan sesuai kebutuhan sekolah di seluruh wilayah Balikpapan. (adv/pry)





