
MINIMALISIR BENCANA – Ilustrasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan berupaya meminimalisir bencana. Salah satunya memperkuat penanggulangan bencana di Kota Balikpapan. Sumber foto: BPBD Balikpapan
BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan berupaya meminimalisir bencana. Salah satunya memperkuat penanggulangan bencana di Kota Balikpapan.
BPBD bekerjasama dengan Tim Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) Pemerintah Kota Balikpapan. Kepala BPBD Balikpapan melalui Kasi Rekonstruksi, Muhammad Fajar menjelaskan bahwa kerja sama ini memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan secara sistematis, terarah, dan tepat sasaran.
Tim Jitupasna sendiri merupakan tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang terdiri dari unsur BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Permukiman, Bagian Pemerintahan, Bagian Administrasi Pembangunan Setdakot, serta didukung oleh pihak kecamatan dan kelurahan. Tim ini memiliki tanggung jawab utama dalam menyusun langkah-langkah strategis untuk pemulihan pascabencana di lapangan.
Fajar menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan pascabencana. BPBD selalu melibatkan berbagai unsur untuk turun langsung meninjau lokasi terdampak dan memastikan langkah-langkah penanganan dapat berjalan efektif.
“Penanggulanangan bencana bukan hanya menjadi tugas BPBD, adanya pentahelix semua bisa terlibat,” ungkapnya.
Mitigasi bencana adalah langkah pertama yang harus diperhatikan dalam menghadapi kejadian yang akan terjadi. Sehingga diperlukan strategi untuk menghadapinya baik insfratruktur maupun sumber daya manusia agar dapat meminimalisir hal tersebut.
“BPBD akan menyampaikan hasil kajian dan rekomendasi penanganan kepada Asisten Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan untuk tindak lanjut selanjutnya,” ujar Fajar.
Sebagai bentuk dari koordinasi lintas sektor ini, BPBD bersama Tim Jitupasna telah melakukan sejumlah kegiatan peninjauan di lapangan. Seperti kejadian longsor di Puskesmas Sumber Rejo, Senin (3/11). Juga monitoring pascabencana kebakaran di RT 29 dan RT 32 Kelurahan Baru Ilir, Sabtu (25/10) yang menghanguskan 7 rumah.
Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD juga memfasilitasi Baznas dan kelurahan pasca kebakaran dengan memberikan santuan pelajar bagi korban melalui tabungan yang ditransper melalui bank. (adv/pry)



