
Samarinda, Kaltimedia.com — Program sekolah gratis atau GratisPol yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) hingga kini belum dirasakan merata oleh seluruh peserta didik.
Jika siswa di sekolah negeri sudah menikmati berbagai fasilitas, siswa di sekolah swasta masih menunggu realisasi penuh dari kebijakan tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari sekolah swasta terkait keterbatasan manfaat program GratisPol.
“Secara prinsip, sekolah gratis ini memang program yang baik. Namun, manfaatnya bagi sekolah swasta belum sepenuhnya sampai. Aspirasi dari pengelola sekolah swasta cukup banyak masuk ke kami,” jelas Baba, Selasa (26/8/2025).
Salah satu kendala yang muncul adalah distribusi seragam gratis. Hingga kini, siswa di sekolah swasta belum mendapatkannya karena masih dalam tahap persiapan teknis.
“Baju sekolah untuk siswa swasta belum berjalan. Prosesnya panjang, dari pengukuran, pengadaan kain, hingga penjahitan. Mudah-mudahan bisa tersalurkan sebelum akhir tahun,” ujar Baba.
Baba menegaskan, konsep sekolah gratis bukan berarti seluruh biaya pendidikan ditanggung penuh pemerintah. Masih ada komponen biaya operasional yang belum sepenuhnya tercakup dalam anggaran.
“Kalau bisa benar-benar nol biaya, tentu akan lebih baik. Tapi kalau tidak memungkinkan, wajar jika ada selisih biaya operasional. Namun, itu tidak boleh sampai membebani orang tua secara berlebihan,” tegasnya.
Ia juga meminta pihak sekolah untuk bijak dalam menetapkan kontribusi tambahan bagi orang tua siswa.
“Pesan kami jelas, jangan sampai ada pungutan yang memberatkan. Kalau bisa gratis, jalankan. Kalau pun ada biaya tambahan, harus benar-benar proporsional,” tambahnya.
Baba memastikan DPRD Kaltim akan terus mengawal kebijakan GratisPol agar pelaksanaannya berjalan adil, baik bagi siswa sekolah negeri maupun swasta.
“Kami ingin semua anak, termasuk yang bersekolah di swasta, merasakan program ini. Tidak boleh ada perbedaan. Itu kewajiban negara untuk menjamin kesempatan belajar yang sama bagi seluruh anak,” pungkasnya.
(Rfh)





