Tak Cukup dengan Sekali Razia, DPRD Samarinda Minta Intervensi Sosial Atasi Manusia Silver

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim

Kaltimedia.co, Samarinda – Maraknya aktivitas manusia silver di sejumlah titik jalan Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD.

Anggota Komisi III, Abdul Rohim, menekankan bahwa penyelesaian masalah ini tidak cukup hanya menertibkan di lapangan, tetapi perlu pendekatan menyeluruh yang menyentuh akar persoalan sosial.

Rohim sapaan akrabnya mengatakan bahwa aparat harus konsisten menegakkan aturan agar fenomena manusia silver tidak berulang. Operasi sesekali, tidak cukup efektif karena mereka kerap kembali ke jalan hanya sehari setelah ditertibkan.

“Setiap kali muncul harus ditindak. Tidak bisa berhenti di satu kali operasi,” katanya pada awak media, Rabu (20/8/2025)z

Namun, pendekatan di hulu sama pentingnya. Rohim menyoroti faktor ekonomi yang menjadi pemicu utama. Kondisi sulit memaksa sebagian masyarakat mencari jalan pintas untuk bertahan hidup, termasuk dengan menjadi manusia silver.

“Yang paling mendasar adalah ekonomi. Jika lapangan kerja tersedia dan ekonomi membaik, praktik-praktik seperti ini bisa ditekan,” ujarnya.

Meraknya manusia silver tersebut perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut pada pihak-pihak yang diduga mengorganisir aktivitas tersebut.

“Fenomena ini kemungkinan terorganisir. Harus dicari siapa yang menggerakkan mereka, siapa yang mengambil keuntungan,” jelasnya.

Kata Dia, pola serupa pernah terlihat pada pengemis di persimpangan jalan yang ternyata merupakan bagian dari jaringan terstruktur.

Tak hanya pihak aparat saja namun keterlibatan pemerintah daerah melalui dinas sosial, dan komunitas masyarakat juga dibutuhkan agar solusi bersifat jangka panjang.

“Ini bukan sekadar masalah ketertiban, tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Kita perlu intervensi sosial agar mereka memiliki alternatif penghidupan yang layak,” tegas Rohim.

Pihak DPRD Samarinda berharap fenomena manusia silver bisa ditekan, sekaligus memberikan perlindungan bagi warga yang terdampak kondisi ekonomi sulit. (Adv/Df)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *