
Kaltimedia.com, Samarinda – Proses sinkronisasi Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026 di Kota Samarinda hingga kini masih berlangsung.
Sejumlah poin penting antara DPRD dan Pemerintah Kota masih memerlukan pembahasan lebih mendalam sebelum mencapai kesepakatan final.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menuturkan bahwa Badan Anggaran (Banggar) DPRD masih menelaah secara detail rancangan KUA-PPAS yang diajukan eksekutif.
Menurutnya, belum semua hal bisa diputuskan karena ada beberapa penyesuaian yang harus disinkronkan bersama pemerintah kota.
“Banggar DPRD masih membahas rancangan KUA-PPAS 2026. Prosesnya belum final karena ada sejumlah poin yang perlu disinkronkan dan terus kami diskusikan,” jelas Helmi, saat diwawancarai awak media pada Senin (18/8/2025).
Terkait besaran anggaran, Helmi memilih tidak menyebutkan angka detail. Namun ia menilai penyampaian terkait nominal lebih tepat disampaikan langsung oleh Wali Kota Samarinda agar tidak menimbulkan perbedaan informasi di masyarakat.
“Soal angka pasti, saya kira lebih tepat disampaikan oleh Wali Kota agar tidak terjadi kekeliruan,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa koordinasi intensif antara legislatif dan eksekutif tetap berjalan. DPRD berkomitmen menjaga komunikasi agar sinkronisasi dapat dilakukan secara optimal.
Helmi menambahkan, tujuan utama pembahasan KUA-PPAS bukan hanya menyepakati angka, tetapi memastikan seluruh program pembangunan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Fokus kami adalah memastikan rencana pembangunan sesuai target, baik dari sisi pelayanan publik, infrastruktur, maupun program strategis lainnya,” pungkasnya. (Adv/Df)





