
Samarinda – Persoalan transportasi dan keselamatan jalan di Samarinda kembali disorot Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) memiliki sejumlah pekerjaan mendesak yang belum dituntaskan.
Ia menilai masih banyak wilayah di Samarinda yang belum memiliki Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), padahal fungsinya sangat vital dalam menjamin keselamatan pengguna jalan. Kondisi ini membuat kawasan-kawasan tersebut rawan kecelakaan, terutama di malam hari.
Selain LPJU, Deni juga menyoroti maraknya toko dan bangunan yang memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat parkir. Hal ini tidak hanya menambah semrawut tata kota, tapi juga berpotensi menurunkan pendapatan daerah bila tidak dikelola secara tepat.
“Sebetulnya bisa menjadi tambahan buat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kalau parkir ini bisa dikelola dengan baik,” ujarnya Deni sapaan akrabnya saat ditemui di gedung DPRD Samarinda, pada Rabu (16/7/2025).
Deni juga menekankan pentingnya memperluas Zona Selamat Sekolah (ZOSS), terutama di wilayah-wilayah yang tingkat lalu lintasnya padat. Keberadaan zona ini dinilai mampu meningkatkan keamanan para siswa saat berangkat dan pulang sekolah.
Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah program untuk mengatasi persoalan tersebut.
Tahun ini, Dishub mengusung program Samarinda Terang yang akan difokuskan pada pemasangan LPJU di sekitar 1.700 titik di seluruh kota.
“Soal lahan parkir, memang ini jadi pekerjaan besar. Kami masih terus berusaha, karena tidak mudah mengatur parkir di bahu jalan yang kerap menimbulkan kemacetan,” ungkapnya.
Dishub mencatat anggaran tahun ini mencapai Rp119 miliar, dengan tingkat serapan sekitar 57 persen hingga pertengahan tahun. Dalam APBD Perubahan mendatang, mereka akan mengajukan tambahan anggaran untuk mempercepat penyelesaian sejumlah program.
“Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan ZOSS di sekolah-sekolah yang belum memilikinya,” kata Hotmarulitua.
Ia menegaskan, semua program Dishub difokuskan untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami ingin menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib dan ramah bagi seluruh warga Samarinda,” tutupnya. (Adv)





