Karate Paser Siapkan Atlet Porprov Lewat Kejurprov dan Popda

Paser, Kaltimedia.com – Menjelang ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-8 tahun 2026, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Paser mulai memanaskan mesin pembinaan. Meski belum melaksanakan seleksi resmi, Forki Paser menyiapkan strategi khusus untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan mewakili daerah sebagai tuan rumah.

Pelatih Forki Paser, Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa seleksi akan dilakukan melalui dua agenda penting, yakni Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bayan Cup yang berlangsung di Samarinda pada 30 Juni 2025, serta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang akan digelar di Penajam Paser Utara pada Oktober mendatang.

“Seleksi ini bertahap. Kita mulai dari Kejurprov untuk kategori kadet, junior, hingga senior, kemudian lanjut ke Popda. Dari dua event itu, kita pantau dan evaluasi performa atlet untuk disiapkan ke Porprov,” kata Zainal, Selasa (24/6/2025) siang.

Selain menjaring dari kompetisi, Forki Paser juga mempertimbangkan atlet dari daerah lain dalam lingkup Kalimantan Timur guna mengisi kekurangan di sektor senior. Zainal menegaskan, mutasi atlet dari sesama kabupaten/kota di provinsi ini diperbolehkan sesuai regulasi.

“Kita masih kekurangan atlet senior, jadi ada yang dari luar Paser tapi masih dalam Kaltim. Yang tidak diperbolehkan hanya mutasi dari luar provinsi,” jelasnya.

Meski jumlah atlet senior di Paser tergolong minim, Zainal optimis bahwa beberapa nama yang ada saat ini punya peluang besar untuk menyumbang medali.

“Ada sekitar 10 atlet senior putra dan putri yang kami anggap potensial, walaupun belum kami lakukan pendataan ulang,” tambahnya.

Di sisi lain, pembinaan atlet usia dini juga terus digiatkan sebagai bagian dari regenerasi jangka panjang. Zainal menyebut, sebagian besar potensi saat ini masih berada di level junior ke bawah.

Namun begitu, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah kehilangan atlet binaan yang telah menapaki level senior, karena melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar daerah dan jarang kembali ke Paser.

“Ini yang cukup menyulitkan. Banyak atlet bagus yang kita bina dari kecil sampai senior, tapi saat kuliah atau kerja ke luar, mereka tidak kembali lagi. Regenerasi jadi terputus,” ungkap Zainal.

Forki Paser kini terus berupaya memaksimalkan pembinaan dan seleksi agar mampu menurunkan tim karate yang solid dan kompetitif saat menjadi tuan rumah Porprov 2026 nanti. (Dy)

Editor : Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *