
Samarinda, Kaltimedia.com – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Baseball Putra dan Softball Putri yang digelar pada 22–28 Mei 2025 di Jakarta menjadi momen penting bagi para atlet muda Kalimantan Timur (Kaltim). Meskipun tim baseball putra Kaltim belum berhasil meraih hasil maksimal dan harus puas di posisi kelima, keikutsertaan ini dinilai sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.
Ketua Pengprov Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Kaltim, Nidya Listiyono, melalui Bendahara Umum Reza Fadhillah, menjelaskan bahwa tim yang diturunkan adalah skuad junior. Fokus utama keikutsertaan mereka bukan semata mengejar prestasi, tetapi memberi pengalaman dan menambah jam tanding atlet muda di level nasional.
“Kejuaraan ini jadi momen transisi bagi para pemain muda. Mereka menunjukkan potensi, bahkan tidak canggung saat bertanding. Tapi dari sisi teknis, mereka masih perlu memperbaiki disiplin latihan terutama dalam hal timing pukulan,” jelas Reza.
Menurutnya, keikutsertaan di ajang ini memberikan eksposur penting bagi atlet, terutama dalam menghadapi tekanan dan atmosfer pertandingan nasional. Hal ini sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya latihan keras dan disiplin.
“Pengalaman ini jadi bahan pembelajaran besar bagi anak-anak. Sekarang mereka tahu kenapa harus serius latihan. Ini akan jadi dasar pembinaan menuju ajang berikutnya,” lanjutnya.
Reza menyebut, hasil di Kejurnas ini akan dievaluasi dan dijadikan tolok ukur pembinaan menuju Kejurnas Junior pada September mendatang. Tim pelatih akan melakukan seleksi ulang dan membentuk skuad dengan materi pemain yang diperkirakan 90 persen tetap dari tim saat ini.
“Ini baru titik awal. Kita sedang membangun dari dasar dan akan melanjutkan ke Pra Porprov dan Kejurnas Junior. Targetnya, di event selanjutnya kita bisa tampil lebih kompetitif,” ujar Reza.
Untuk menunjang proses pembinaan, Perbasasi Kaltim juga berharap renovasi Stadion Palaran bisa segera rampung. Fasilitas ini akan menjadi pusat latihan utama bagi tim baseball dan softball Kaltim ke depan.
“Stadion Palaran sedang kita tunggu rampung total. Ada beberapa bagian yang harus diperbaiki karena lama tidak terpakai, seperti pondasi dan permukaan lapangan,” katanya.
Reza juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan cabor ini, seperti Dispora Kaltim, KONI, dan para sponsor.
“Kami sangat berterima kasih atas semua dukungan, mulai dari fasilitas hingga perlengkapan. Mentalitas anak-anak juga luar biasa, mereka punya semangat juang, tidak mudah menyerah, dan itu jadi modal penting,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan bukan sekadar formalitas. Perbasasi Kaltim serius membentuk fondasi kuat, bahkan saat ini mulai mendapat perhatian dari pelatih-pelatih nasional dan luar negeri, seperti dari Jepang dan Korea Selatan, yang melihat potensi besar pada atlet-atlet muda Kaltim.
“Kalau pembinaan bisa berjalan konsisten selama dua tahun ke depan, saya yakin kita bisa bersaing di tingkat nasional. Potensi atlet kita sudah mulai dilirik pelatih internasional,” tutup Reza. (Dy)
Editor : Ang





