Harapan Disdikpora PPU Terhadap Tiga Kementerian Baru Era Presiden Prabowo Subianto

Kepala Disdikpora PPU Andi Singkerru

PENAJAM – Tiga kementerian baru yang membidangi pendidikan lahir di era Presiden Prabowo Subianto. Ketiga kementerian itu yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro. Serta Kementerian Kebudayaan.

Lahirnya tiga kementerian baru ini mendapat harapan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Laser Utara (PPU). Kepala Disdikpora PPU Andi Singkerru berharap keberadaan tiga kementerian baru yang membidangi sektor pendidikan dapat memacu peningkatan mutu para guru.

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU masih menunggu arahan dan kebijakan terbaru dari tiga kementerian yang baru terbentuk pada pemerintahan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.

“Sekarang para guru dihadapkan berbagai hal. Termasuk perubahan kepemimpinan di tingkat pemerintahan pusat,” ujar Andi Singkerru beberapa waktu lalu.

“Dengan kementerian yang lebih spesifik, maka para guru di seluruh Indonesia juga akan lebih dilatih dan ditingkatkan keilmuannya,” ucapnya lagi. 

Saat ini Disdikpora PPU masih menunggu arahan dan kebijakan terbaru, guna memaksimalkan kerja para guru di sekolah.

“Guru-guru kita sebagaimana menjadi sosok pahlawan bangsa di sekolah, tentu harapannya, sinergitas dari kementerian dengan daerah itu, betul-betul untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.

Andi Singkerru menilai pentingnya upaya sinergi antara Disdikpora PPU dengan para guru di sekolah, untuk mengantarkan anak-anak didiknya lebih dekat dengan pemanfaatan teknologi sesuai era modernisasi, sebagai tuntutan zaman.

“Jadi lebih dekat dengan pembentukan karakterisasi dan kompetensi,” ungkapnya. 

Menurutnya kemajuan teknologi pada era modern, telah membawa banyak perubahan. Sehingga Disdikpora di daerah dituntut berkomitmen, berempati dan berupaya meningkatkan mutu pendidikan saat ini.

Sejauh ini Disdikpora PPU juga terus berupaya memfasilitasi para guru untuk aktualisasi diri melalui berbagai kegiatan.

“Kita tidak boleh stagnan hanya pada peningkatan mutu dengan bimbingan teknis (Bimtek) yang biasa. Tetapi harus mengikuti perkembangan yang ada,” pungkasnya. (advertorial)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *