Apresiasi Atensi Dispora Terhadap Angkat Besi Kaltim

Ketua Pengprov PABSI Kaltim, Agiel Suwarno.

SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim), belum lama ini sukses menggelar Kejuaraan Terbuka Angkat Besi dengan tajuk Piala Gubernur 2024. Ajang tersebut berlangsung di kawasan Komplek GOR Kadrie Oening, Samarinda.

Kesuksesan tersebut tentu saja sangat disambut baik oleh Pengprov Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kaltim, lantaran melalui kejuaraan angkat besi U-14 sampai U-17 ini dapat melahirkan bibit baru sebagai regenerasi penerus Benua Etam.

Hal ini seperti yang dikatakan Ketua Pengprov PABSI Kaltim, Agiel Suwarno, bahwa kejuaraan ini juga sekaligus untuk melihat perkembangan pembinaan dari 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim.

“Open turnamen ini merupakan bagian pembinaan kita untuk mencari bibit atlet angkat besi. Kalau cuma latihan tanpa turnamen juga  gak ada hasil, jadi kita mau lihat hasil pembinaan. Kita berharap 10 kabupaten/kota bisa memunculkan atletnya,” ucap Agiel Suwarno, kepada awak media, Selasa (29/10/2024).

Kemudian, Agiel juga menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan kepada pengcab PABSI se-Kaltim dengan peralatan latihan yang berkualitas.

Itu dilakukannya karena jika atlet bisa turun bertanding dalam ajang kejuaraan, berarti pembinaannya cukup baik dengan peralatan latihan yang juga memadai.

“Kita tau dalam waktu singkat itu gak gampang jadi tahap pertama nanti mudahan 2024 kami sudah bisa bantu peralatan untuk seluruh pengurus PABSI di kabupaten/kota, setelah itu pembinaan dan kita buat lagi turnamen agar atlet terbiasa bertanding agar punya mental yang kuat itu yang harus kita kumpulkan terus mudahan kita bisa wujudkan itu dengan baik,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, mengenai kepengurusan Pengcab PABSI Kubar, Agiel mengakui sejauh ini tidak ada perkembangan yang terjadi di daerah tersebut, yang menurutnya kurangnya alat latih dan sarana latihan.

“Ada tapi kan mati suri. Makanya hanya Balikpapan dan Samarinda yang berkembang. Mungkin mereka gak punya sarana dan peralatan makanya kami di PABSI Kaltim yang induknya, kita bantu peralatan supaya mereka bisa berlatih disana,” ujarnya Agiel.

Selain itu juga ada Mahakam Ulu yang tidak berjalan pembinaannya. Sehingga memang yang menonjol di Kaltim sejauh ini Samarinda, Kukar dan Balikpapan saja.

“Harapan setelah itu ada turnamen lagi seperti ini, Kubar ikut bertanding, Mahulu juga, mudahan kita punya bibit yang berkualitas,” katanya.

Perlu diketahui, Samarinda merupakan barometer cabor angkat besi di Kaltim. Sehingga tidak heran pembinaannya cukup baik dan selalu menyumbangkan atlet membawa nama Kaltim dalam pertandingan single maupun multi event tingkat nasional.

Apalagi pembinaan angkat besi juga menjadi cabor yang cukup diperhatikan oleh Dispora Kaltim, sebab selalu menyumbangkan medali emas. Seperti yang baru ini, dalam perhelatan PON ke-21 di Aceh-Sumut. (Adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *