
BALIKPAPAN – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan memperhatikan tingkat konsumsi sebagai salah satu indikator pertumbuhan ekonomi untuk mencapai 5,2 persen di semester II-2024. Hal ini menanggapi tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 yang tumbuh melambat sebesar 5,05 persen secara tahunan (year on year/YoY).
“Konsumsi, investasi, ekspor, impor yang kita akan perhatikan. Kita nanti akan di semester kedua ini, yaitu kuartal ketiga dan keempat akan terus melihat faktor-faktor untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi bisa tetap terjaga,” kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.
Penyebab melambatnya ekonomi dalam negeri disebabkan beberapa faktor menurut perbankan. Executive Vice President Contact Center & Digital Services BCA Nathalya Wani Sabu mengatakan penyebab ekonomi melambat disebabkan maraknya judi online. Dia menilai seseorang yang bermain judi online menyebabkan budget belanja seseorang berkurang.
Sehingga uang yang seharusnya dibelanjakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari dialih fungsi untuk bermain judi online.Untuk itu dia mengajak masyarakat untuk menghindari judi online. Sehingga uang yang digunakan untuk judi online bisa digunakan untuk belanja kebutuhan sehari-hari.
Dengan begitu maka perekonomian dalam negeri meningkat.
“Secara perekonomian dunia sedang menurun tapi tidak anjlok dengan optimis bulan Desember meningkatkan lagi. Penyebabnya ekonomi terganggu judi online. Untuk itu bersama-sama kami edukasi bersama jangan judol. Itu sama saja dengan penipuan,” ucap perempuan yang menjabat ketua panitia FIN Expo 2024, Kamis (3/10).
Selain itu dia mengajak masyarakat untuk berinvestasi. Dengan investasi itu, keuangan masyarakat bisa terjaga. Bahkan dengan investasi dapat meningkatkan nilai mata uang yang dimiliki oleh masyarakat.
“Investasi yang benar dengan lembaga jasa keuangan yang diawasi OJK,” kata Wani. (pry)



