
SAMARINDA – Dalam persiapannya menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumut, kontingen Kaltim kini sudah masuk bulan ke empat menjalani program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) KONI Kaltim, yang terpusat di Kota Samarinda.
Namun selama itu juga seluruh atlet sudah mengalami adanya rasa jenuh dan bosan, lantaran selama 4 bulan itu hanya latihan dan latihan.
Oleh karena itu, Komandan Pelatda KONI Kaltim, Ego Arifin menerangkan, pada masa persiapan khusus ini atlet perlu konsentrasi, sehingga KONI sudah menurunkan tim psikolog dan konsultan teknik.
“Jadi saya selaku petugas dari KONI, Saya imbau kepada teman-teman pelatih cabor dalam kondisi begini jangan sampai melakukan miss komunikasi. Tapi sebenarnya tidak apa-apa karena tekanan tinggi dan targetnya sudah sangat di depan mata makanya kalau ada hal-hal lain dari luar, bisa di konsultasikan dengan Pelatda baik siapapun itu,” ucap Ego Arifin.
Menurutnya situasi dan kondisi saat ini sangat rentan membuat atlet gundah gulana dan bisa terpicu emosi.
“Di dalam kondisi mereka galau itu cepat masuk orang jangan sampai ada yang memancing-mancing,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ego menjelaskan sebagai Komandan, Ia menyampailan rasa terimakasihnya kepasa pelatih yang mampu mengontrol atletnya saat menjalani program latihan.
“Jadi sekali lagi kami apresiasi pelatih, itu sudah bisa menahan atletnya, mengkomunikasikan yang lain dan menjaga diri pelatih dan atlet untuk konsentrasi dan jangan memberikan informasi yang belum ada kepastiannya,” kata Ego.
Dirinya pun mencontohkan karena persoalan alat latih tanding, dapat memicu adanya masalah di atlet terhadap Pelatda. Sehingga hal itu yang di khawatirkan dalam kondisi seperti ini.
“Kami alat tidak punya, sementara alat itu sudah didepan mata tinggal ambil saja nah itu yang bisa menjadi polemik. Kekhawatiran bola liar yang bisa memperkeruh Pelatda karena yang tau situasi Pelatda hanya orang-orang yang didalam,” ucapnya. (Dy)





