
SAMARINDA – Tim Kurash Kaltim yang tengah menjalani program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) persiapan menghadapi PON ke-21 di Aceh nanti, kini sudah masuk dalam tahap persiapan pra kompetisi yang mengasah kemampuan tekniknya.
Bermodalkan hasil babak kualifikasi PON 2023 lalu dengan mengantongi 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu, Kurash Kaltim bertekad untuk meningkatkan kepingan medali di ajang multi event 4 tahunan tersebut.
Agar sukses untuk meningkatkan target tersebut, Pelarih Kurash Kaltim, Wawan mengatakan, jika pada 10 Juni 2024 nanti akan memprogramkan anak asuhnya untuk dapat melakulan Training Camp ke Bandung dan Bali.
“Rencana ada dua tempat di Bandung dan Bali karena di sana untuk sparing partner nya ada dan di Bali ada yang lolos PON tapi beda kelas jadi ngambil disana biar sama-sama aman jadi tidak ketemu kelas masing-masing. Disana latihannya lepas tidak ada ditekan-tekan,” ujar Wawan.
Pada perhelatan PON nanti, Kurash Kaltim akan mengikuti kelas 55kg dan 66kg untuk putra, dan kelas 48kg, 52kg, serta 70+kg untuk putrinya.
Namun kelima atlet yang akan turun nanti, Wawan menerangkan ada kendala tempat latihan yang menurutnya membuat anak asuhnya kurang maksimal latihan. Sehingga dalam menggunakan matras dan tempat latihan harus bergantian serta bersamaan dengan cabor lain.
“Matras aja karena tempat latihannya belum ada. Matrasnya sudah dibeli sih cuma tempat latihannya tidak ada. Masalah semua tempat full semua paling kita bergabung sama cabor lain cuma beda jam latihan,” katanya.
Tim Kurash Kaltim sendiri menjalani program pemusatan di gedung beladiri, Komplek GOR Kadrie Oening. Di mana venue latihan tersebut juga digunakan oleh beberapa cabor beladiri lain, sehingga memaksimalkan waktu dengan latihan bersama. (Dy)





