AFP Kaltim Bakal Genjot Pembinaan Usia Dini dan Pelatihan SDM

Adnan Faridhan, ketua AFP Kaltim.

SAMARINDA – Usai terpilih secara aklamasi, Adnan Faridhan mengatakan Asosiasi Futsal Provinsi Kalimantan Timur (AFP Kaltim) periodenya akan terfokus menggenjot persiapan atlet baik putra maupun putri dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumut pada September 2024 yang akan datang.

Selain itu, Adnan juga menerangkan ada pembinaan usia dini dan pelatihan-pelatihan SDM yang juga tidak lepas dari programnya.

“Kita mau pelatihan-pelatihan yang pasti pembibitan dari usia dini kita mau kejar dalam tahun-tahun ini kalau bisa, walaupun fokus kita ke PON, tapi kita dari teman-teman Afkot Balikpapan dan kabupaten/kota lainnya juga sudah mau bikin pelatihan wasit dan pelatihan pelatih,” ucap Adnan Faridhan.

Apalagi pembinaan ini harus digenjot, karena Ia mau mempersiapkan sejak dini dalam menatap PON ke-22 pada Tahun 2028 yang akan datang. Selain itu juga multi event daerah yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Paser.

“Kita juga gak mau tunda itu kita juga mau segera. Di kepimimpanan saya maunya cepat running karena kita gak di sini aja karena di 2026 itu ada Porprov pasti tantangannya lebih dan PON 2028 jadi persiapan itu yang kita kejar,” ujarnya.

Lebih lanjut, berdasarkan arahan dari Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, bahwa pada Porprov nanti diharapkan seluruh cabor, khususnya Futsal untuk dapat memanfaatkan atlet daerah yang kemudian hari bisa digunakan untuk membela Benua Etam di ajang PON edisi berikutnya.

Atas hal itu Adna berkeinginan Afkot kabupaten/kota bisa melakukan hal tersebut.

“Alhamdulillah Saya kebetulan kemarin juga sebagai Manajer putra-putri itu tidak ada ngambil dari luar tapi itu asli Samarinda. Jadi mudahan Porprov 2026 nanti semua kabupaten/kota bisa mengambil pemain dari daerahnya sendiri,” katanya Adnan.

Ia menambahkan, pemain asli daerah harus di gaungkan, agar bisa membela Kaltim di PON yang akan datang.

“Karena dampaknya atlet dari Kaltim susah karena ambil dari luar begitu di PON dia gak bisa karena NIK nya beda. Kita maunya lokal, local pride itu kita mau gaungkan lagi,” ujarnya.

Adnan berharap kepada seluruh Afkot kabupaten/kota untuk dapat menghargai profesi atlet yang dimiliki daerahnya masing-masing, lantaran bisa saja tidak terakomodir secara maksimal saat melakukan tallent scouting. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *