
SAMARINDA – Pengurus Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kaltim, belum lama ini melakulan verifikasi alat latihan yang digunakan kepada Binpres KONI Kaltim, di Samarinda.
Di mana verifikasi tersebut dilakukan guna menunjang segala persiapan menghadapi perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Tahun 2024 di Aceh dan Sumut mendatang.
Pelatih Angkat Besi Kaltim, Rendy R Ary menyebutkan bahwa dari beberapa item yang disampaikan, menurutnya bisa dikurangi jumlahnya.
“Perlengkapan kemarin hampir disetujui semua, kami mengajukan peralatan tanding, latihan berupa perlengkapan semua disetujui dari verifikasi. Kemungkinan yang seperti latihan ada dikurangi kuantitinya,” ucap Rendy.
Namun bagi seorang pelatih, baginya hal yang utama yakni alat tanding atau barbel yang mempuni agar atlet semakin termotivasi untuk menjalani program latihan.
“Utama tanding, sama barbel latihan itu yang kita tidak punya mudahan cepat terealisasi. Kalau perlengkapan tanding itu mungkin ada waktu sampai juni semoga peralatan tanding sudah bisa kita pakai nantinya. Peralatan kita butuhkan segera karena barbel disana kurang,” ujarnya.
Dalam ajang babak kualifikasi (BK) PON 2023 lalu, ada 11 orang yang lolos dan diakomodir KONI Kaltim 3 atlet, sehingga total ada 14 lifter yang akan turun bertanding.
Di mana PABSI Kaltim menargetkan 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu, berdasarkan perolehan medali pada Pra PON.
“Dasarnya kemarin ada Nelly mantan medali emas PON 2021 dan Firda ada medali emas di Pra PON itu modal utama kita. Semoga dengan puslatda nanti recovery cepet pulih jadi bisa mengejar kekurangannya di pra pon kemarin,” katanya Rendy. (Dy)





