
BALIKPAPAN- Ratusan driver online, Selasa (1/8/2023) dari berbagai komunitas online mendatangi Kantor Operational Grab di Jl Syarifuddin Yoes No 9, Sepinggan atau tepatnya di Komplek Pertokoan samping Gerbang Perumahan Regency.
Kedatangan driver online guna menuntut Promo Grab Hemat yang diberlakukan sejak akhir Juli. Promo yang disinyalir merugikan pendapatan driver online itu atau sangat berdampak menurunkan penghasilan.
Mereka para Mitra Grab datang menuntut dan Menolak Tarif Minimal Grab Car Hemat (Rp 10.400). Dan meminta waktu paling lambat, 3 Agustus 2023 sejak tuntutan penolakan dilakukan, untuk dilakukan Menormalkan Kembali Tarif Hemat seperti sebelumnya.
“Yah, promo itu sangat berdampak bagi penghasilan kami. Sangat merugikan, itu sangat menguntungkan operasional atau pihak Grab,” ujar Da, salah satu pejuang driver Grab yang lagi mangkal Jl Ahmad Yani.
Menurutnya promo itu sebaiknya tetap seperti semula serta titip jemputnya tidak terlalu jauh.
“Bensin sendiri, mobil sendiri. Eh tarifnya gak sesuai. Yang naik empat orang. Harga Rp 10.400,” ucapnya.
Meski dirinya tidak ikut terlibat dalam aksi penolakan di Kantor Grab, tapi dirinya merasa keluhan itu telah mewakili suara teman-teman mitra Grab Balikpapan.
“Promo Hemat itu bikin shock mobil hancur,” keluhnya lirih.
Hal senada dikatakan Cupek, Ketua Umum Perkumpulan Driver Online Balikpapan (PDOB).
“Kami datang untuk menuntut promo murah Rp 10.400. Promo itu sangat berdampak bagi saya dan teman- teman driver,” katanya.
Cupek menyatakan tarif hemat sebelumnya di angka Rp 12 ribu sudah tepat. Meskipun mengurangi pendapatan mitra, namun dengan tujuan menaikkan jumlah orderan Grabcar, mitra masih menerima tarif Rp 12 ribu tersebut.
“Jangan di kurangi lagilah. Apalagi harga BBM seharga Rp 10 ribu, malah pendapatan mitra berkurang. Belum lagi harga spare part ikutan naik. Jadi sangat merugikan kami semua mitra Grab,” ungkapnya.
Untuk kesepakatan bersama seluruh mitra Grab hadir, sepucuk surat penolakan yang ditanda tangani Pimpinan Korlap Mitra Grab Balikpapan bersama perwakilan Grab Balikpapan untuk segera ditindak lanjuti tuntutan penolakan Tarif Minimal Grab Car Hemat Rp 10.400.
Jikalau tidak ada tanggapan dari pihak Grab Pusat, dalam surat penolakan tersebut para Mitra Grab Balikpapan akan melakukan aksi yang dianggap perlu. Yakni, melakukan off bid massal layanan, merencanakan untuk melaporkan ke Dishub setempat mengenai tarif ini dan berkolaborasi dengan mitra Grab sekitar Kalimantan Timur. (yes)





