
SAMARINDA – Skuad Tim Nasional Indonesia raih medali emas sejak penantian 32 tahun usai mengalahkan Thailand 5-2 di partai final Sea Games 2023 di Kamboja, belum lama ini.
Kini punggawa Timnas tersebut telah kembali ke daerahnya masing-masing. Seperti Taufany Muslihuddin, yakni legiun asal Kaltim, khususnya Kabupaten Kukar yang sudah kembali dan bertemu keluarga tercintanya.
Sebelum itu, pemain klub Borneo FC itu disambut langsung oleh rombongan suporter Pusamania yang menanti di depan Bandara APT Pranoto Samarinda.
Nama Taufany langsung melejit setelah berhasil mencetak gol ketiga bagi Indonesia saat partai semifinal melawan Vietnam. Di mana dalam waktu tambahan babak kedua, Ia menjadi pahlawan Indonesia karena saat itu Tanah Air tengah ditahan imbang 2-2.
Ia mengaku bingung harus menjawab apa dalam laga tersebut. Hanya saja Taufany merasa bangga atas kontribusinya terhadap Republik Indonesia.
“Prosesnya apa ya? Gimana ya? Soalnya ya sudah nggak bisa di ungkapkan lagi. Dan perasaan saya merasa bangga dan senang bisa mencetak 1 gol di semi final melawan Vietnam. Dan itu penentu kemenangan kita tentunya,” ucap Taufany saat tiba di Samarinda, Sabtu (20/05/2023).
Bahkan Ia juga mengaku mendapatkan pesan dari suporter sepak bola Indonesia di aku resmi sosial medianya. Isi pesan tersebut berupa ucapan terimakasih dan dukungan untuk dirinya. Oleh karena itu Taufany merasa bersykur atas prestasi yang diraihnya.
“Ada banyak ucapan selamat dari masyarakat Indonesia tentunya bilang terimakasih sudah gol ketiga lawan Vietnam. Saya bilang, berkat gol ini dari teman-teman juga, kerja sama tim. Saya banyak-banyak terimakasih karena sudah support dan mendukung saya serta mendoakan saya, terima kasih,” ujar Tufany.
Saat disambut langsung oleh Pemkab Kukar dan ratusan Pusamania, kemudian diarak hingga ke Rujab Kabupaten Kukar, Taufany merasakan adanya apresiasi khusus kepada dirinya beserta atlet dari cabor lainnya yang berasal dari Kota Raja itu.
“Senang tentunya bisa dapat apresiasi dan dapat dukungan dari pemerintah, dari klub (Borneo FC), ya intinya bersyukur bisa dapat apresiasi lebih. Terimakasih juga masyarakat Kaltim yang sudah mendukung saya dan Timnas Indonesia,” terang Taufany.
Hanya saja banyak yang ditakutkan mengenai star syndrome, namun bagi Taufany setelah ini dimana pun dan kapan pun Ia akan terus menerapkan ucapan orang tuanya dengan menerapkan ilmu padi yang diketahui, semakin nunduk maka semakin berisi, dengan rendah hati.
“Mungkin nggak sih, karena apa yang orang tua bilang tetap di bawah, pakai ilmu padi, tetap merendah terus. Serendah-rendah mungkin,” ucap Taufany dengan senyuman.
Taufany sekali mengucapkan rasa terimakasihnya atas perhatian, dukungan dan doanya selama ini kepada para suporter Pusamania, masyarakat Kaltim dan khususnya Indonesia. Menurutnya tanpa dukungan, semua tidak akan sampai disini. (Dy)





