
BALIKPAPAN – SMP Negeri 25 Balikpapan baru saja diresmikan pada HUT Kota Balikpapan ke-126. Kegiatan belajar mengajar pun sudah mulai berjalan di sekolah yang terletak di Kecamatan Balikpapan Barat tersebut. Meski sudah berjalan rupanya SMP 25 masih kekurangan tenaga pengajar.
Hal itu turut mendapatkan sorotan dari Anggota DPRD Balikpapan, Ardiansyah. Politisi PPP tersebut memang mengakui secara umum Balikpapan masih kekurangan guru. Sehingga hal itu wajar saja terjadi di SMP Negeri 25 Balikpapan.
“Masalah kekurangan guru klise menurut saya. Karena tiga tahun saya di DPRD memang itu masih dialami saat ini. Kita kekurangan guru,” kata Ardiansyah.
Ardiansyah pun berharap pemerintah Kota Balikpapan bisa melakukan pengajuan PNS untuk tenaga pengajar seperti guru. Mengingat kewenangan pengadaan guru untuk PNS ada di pemerintah pusat.
“Kebijakan PNS untuk guru itu kan kebijakan dari pusat. Pemerintah Kota juga serius tidak hanya menyediakan infrastruktur tapi juga SDM juga perlu ditingkatkan,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan itu.
Seperti diketahui bersama pada tahun 2023 ini Disdik mengusulkan ke Menpan-RB sejumlah 727 guru agar bisa mendapat persetujuan dan bisa mendapatkan informasi penerimaan guru, baik guru kelas maupun guru mata pembelajaran di tingkat SD dan SMP.
Sebelumnya ada 96 siswa kelas 7 di SMPN 25 dititipkan pembelajarannya di SDN 004 Balbar untuk masuk sekolah di siang hari. Saat ini pun mereka sudah bisa menikmati di sekolah baru yang bernilai Rp 42 Miliar. (ADV/rif)





