Pawai Budaya HUT Kota Balikpapan Dimeriahkan dengan Saweran Uang hingga Beri Roti Buaya

Suasana Pawai Budaya memeriahkan HUT ke-126 Kota Balikpapan.

BALIKPAPAN – Langit biru putih pagi, menghiasi kawasan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (19/2/2023). Pancaran sinar fajar yang hangat selimuti warga yang beraktivitas di kawasan Taman Bekapai Kota Balikpapan. Warna-warni dan keramaian begitu mengental, semarak dan meriah.

Begitulah suasana Pawai Budaya memeriahkan HUT ke-126 Kota Balikpapan. Di antara peserta Pawai Budaya, ada dari Komunitas Orang Jakarta atau KOJA Balikpapan. Puluhan warga KOJA Balikpapan terlibat secara langsung pada Pawai Budaya tahun ini.

Sarujih, satu di antara pegiat KOJA Balikpapan, berjalan mengawal rombongan pawai dari KOJA. Berseragam silat merah ala pangsi betawai mengiringi peserta pawai meniti jalan raya Jenderal Sudirman.
Masyarakat tumpah ruah, membanjiri pinggir jalan untuk melihat aksi para peserta pawai. Di antaranya ada warga yang merekam peserta pawai dengan video atau foto untuk dijadikan konten di media sosial.

Selain itu, terlihat warga berkesempatan mengambil momen untuk swafoto bersama peserta pawai, yakni di antara lain foto bersama Ondel-ondel, atau pesilat KOJA Balikpapan. Momen keriuhan penonton terlihat saat Sarujih, tangan kanannya mulai merogoh kantong celana pangsi.

Pandangannya menatap cekatan, melihat situasi ke kanan dan kiri. Secara spontan, Sarujih langsung keluarkan tangannya dari kantong, dan mengangkatnya. Kontan kemudian terjadi hujan uang. Sarujih melakukan rituan sawer uang rupiah. Kontan, masyarakat yang berdekatan langsung histeris riang, berebut uang yang disebar.

“Wow, uang,” celetuk satu di antara penonton.

Prosesi sawer uang yang dilakukan oleh Sarujih tidak hanya sekali. Sepanjang jalanan, dilakukan. Termasuk saat berada di depan panggung yang dihadiri Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud berserta sang istri.

Uang disebar, warga berteriak senang, baik itu tua, muda dan anak-anak berkerumun, lokasi acara semakin tambah ramai. Selain sebar saweran uang, KOJA Balikpapan juga melakukan pembagian kembang mayang khas Betawi yang berisi permen dan beberapa lembaran uang.

Kembang mayang diberikan satu persatu oleh anggota KOJA ke warga yang saksikan pawai di pinggir jalan. Sebagai tanda kenangan dan kecintaaan dari KOJA Balikpapan, Wali Kota Rahmad Masud dan istri diberikan sepasang Roti Buaya dan kain Encim atau selendang khas Jakarta.

Mengenai kegiatan pawai itu, Ketua KOJA Balikpapan, Achmad Fauzi, menyatakan, pemberian kembang mayang dan saweran uang kepada masyarakat luas sebagai pesan filosofis bahwa orang Jakarta yang merantau ke Balikpapan ingin menjadi yang terbaik bagi warga.

“Ramah, supel, membuat kota kite ramai dan guyub penuh persaudaraan. Kite ingin selalu bersahabat dengan siapa saja, tidak memandang suku atau daerah tertentu,” ujar Fauzi.

KOJA Balikpapan adalah komunitas dari masyarakat berbagai suku dan agama, namun warganya punya pengalaman lahir di Jakarta dan pernah tinggal lama di kawasan Jabodetabek. Dan kini hidup di daerah perantauan Kota Balikpapan yang notabene kini sebagai berandanya Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

“Kite selalu terbuka. Semoga keterlibatan kite di pawai ini bisa memberi faedah bagi kota kite tercinta, Balikpapan. Selamat ulang tahun buat Balikpapan, semakin maju diusia ke 126 tahun,” tegasnya.

Diketahui, pawai budaya dengan diikuti ratusan warga Balikpapan. Mereka menampilkan lebih dari 100 kebudayaan dari Sabang sampai Merauke. Hal ini merepresentasikan ragam suku, ras, budaya, antargolongan, hingga profesi masyarakat kota minyak yang heterogen.

Ragam kebudayaan disaksikan masyarakat secara langsung mulai dari kantor Balai Kota Balikpapan hingga Taman Bekapai. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, pawai tersebut digelar untuk menghibur masyarakat. Ia juga berterima kasih atas kontribusi berbagai pihak yang melaksanakannya.

“Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada seluruh paguyuban dan stakeholder dan tentunya masyarakat Kota Balikpapan yang kami cintai dan banggakan,”ucapnya.

Lebih lanjut, Rahmad mengimbau masyarakat, untuk menjaga kondisi serta mengambil bagian untuk menyukseskan pembangunan Kota Balikpapan.

“Kita jaga kota yang kita cintai ini, mari bersama berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang terkemuka, nyaman dihuni, dan sejahtera,”ujarnya.

Baginya, dengan menjaga seluruh aspek yang menunjang kemajuan kota, maka Balikpapan akan menjadi kota terbaik di Indonesia.

“Jaga kebersihan dan jaga keamanan, juga jaga lingkungan kita. Sehingga menjadi salah satu kota yang terbaik di Indonesia,”pungkasnya. (Pry/adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *