
BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Balikpapan, Budiono angkat bicara terkait meninggalnya Sutrisno, warga Margo Mulyo RT 19, Balikpapan Barat pada Sabtu pagi. Warga tersebut meninggal di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) yang diduga karena tidak diberikan penanganan secara maksimal.
Tapi sebelum itu, almarhum Sutrisno sebelum mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan. Budiono mengaku ada satu catatan dari DPRD, yakni RSUD Beriman dinilai tidak profesional. Sebab sebelum ke RSPB, almarhum Sutrisno ke RSUD Beriman terlebih dahulu.
“Jadi seharusnya di RSUD Beriman pasien diperiksa terlebih dahulu, tapi pihak RSUD Beriman tidak melakukan itu. Beda dengan RSPB, kita diperlihatkan dengan hasil CT Scan, sehingga dari situlah saya melihat RSUD Beriman yang justru tidak profesional. Jika alatnya tidak ada, harusnya diberitahukan ke pasien,” kata Budiono.
Menurut Budiono, harusnya pasien ditangani terlebih dahulu dan diperiksa, bukannya disuruh pulang dan kemudian pasien diarahkan kembali esok harinya.
Padahal saat itu, lanjut dia, kondisi pasien sedang sakit parah dan jika ditangani terlebih dahulu, kemungkinan tidak akan ada kejadian pasien meninggal dunia.
Untuk itu, kata Budino, jika ada kendala masalah peralatan di RSUD Beriman, maka harus disampaikan kepada ke DPRD. Nantinya legislatif akan mensupport dari sisi anggaran.
“Banyak masyarakat mengeluh terkait pelayanan di RSUD beriman, seperti antrian pajang pasien yang ingin berobat dan seharusnya dicarikan solusi. Kemudian jika berobat ke sini satu macam penyakit, kalau pulang bisa dua macam penyakit,” imbuhnya. (adv/rif)



