
BERAU – Kabupaten Paser optimis akan menjadi tuan rumah selanjutnya pada Porprov VIII/2026 mendatang. Keyakinan tersebut atas dasar dukungan dari Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Porprov VII/2022 beberapa waktu lalu saat pembukaan di Berau.
Ketua KONI Kabupaten Paser Toto Sumardiono mengatakan ketetapan tersebut juga mendapatkan dukungan dari KONI Provinsi Kaltim dan Dispora Kaltim.
“Terkait Paser jadi tuan rumah Porprov 2026 insya Allah tidak ada perubahan karena pak Gubernur, ketua KONI Provinsi dan Kadispora bahkan bupati kami sendiri mengatakan bahwasanya tuan rumah tidak ada bergeser dari Paser,” sebutnya.
Toto menganggap dengan menjadi tuan rumah nantinya akan menghidupkan berbagai sektor elemen masyarakat di Paser. Tentu pihaknya pun akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut tamu-tamu dari luar Paser.
“InsyaAllah dengan segala upaya kami beserta kerjasama Pemerintah Kabupaten Paser akan menyambut bahagia dan gembira karena ini tentunya berdampak pada multi efek player, ekonomi dan sebagainya dan satu-satunya yang perlu diingat bahwa paser adalah kabupaten induk yang tidak pernah jadi tuan rumah,” jelasnya.
Berbekal dari suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Oktober lalu, Toto optimis Porprov VIII pun akan sukses digelar di Paser. Adapun ketersediaan vanue yang masih minim dirasa tidak menjadi hambatan. Karena Toto menyebut segala infrastruktur akan mulai ditambah supaya Porprov bisa terlaksana di Paser.
“kita masih kurang 50 persen dari jumlah yang dipertandingkan. dari 62 cabor kita baru punya 30 tapi nanti kita kerjasama dengan Kabupaten kota terdekat seperti PPU dan Balikpapan yang tidak ada di paser. Kalau representatif, Bupati berupaya membangun vanue-vanue yang belum ada,” terang Toto.
Sementara itu, melihat kualitas atletnya Toto menyebutkan akan melakukan pembinaan ekstra pasca Porprov VII menuju ke Porprov VIII supaya Paser bisa sukses prestasi dan penyelenggaraan.
“Jika Porprov VIII jadi di Paser itu pasti dari awal kita lakukan penggenjotan atlet karena kita benar-benar akan optimalisasi untuk pemberdayaan atlet. Lebih baik mengambil pelatih yang punya legitimasi dan kompetensi bagus daripada kita ambil atlet luar,” tandasnya. (ren)





