
BALIKPAPAN – Vaksinasi Covid-19 terhadap kelompok remaja usia 12-17 tahun di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih cukup rendah. Karena pertimbangan tersebut, Gubernur Kaltim Isran Noor masih belum mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah untuk jenjang SMA/SMK hingga vaksinasi mencapai target.
“Pembelajaran tatap muka kami belum izinkan, terutama yang SMA/SMK sederajat karena masih belum mendapat vaksin yang cukup, atau belum mencapai standar yang diinginkan,” kata Isran di Novotel Balikpapan, Jumat (29/10/2021).
Berbeda dengan tingkat SMP, SD hingga pendidikan usia dini yang sudah mulai menggelar PTM terbatas. Karena memang kewenangan sepenuhnya ada pada Pemerintah Kabupaten dan Kota.
“Itu kewenangannya Wali Kota dan Bupati. Tapi saya sarankan agar hati-hati. Ini terjadi lagi gelombang yang kesekian, maka harus selalu waspada,” jelasnya.
Isran pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk terus menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan ketat. Agar penyebaran kasus Covid-19 yang kini sudah sangat melandai terus terjaga.
“Alhamdulillah Kaltim sudah penurunan yang sangat bagus. Kita semua sepakat untuk menjaga itu dan harus tetap waspada, apalagi para analis kesehatan dunia sudah memprediksi adanya gelombang ketiga. Bahkan di Inggris ada varian baru yang perlu diwaspadai oleh semua orang,” ucapnya. (pcm)





