
BALIKPAPAN – Bencana alam bisa terjadi kapan saja. Untuk itu simulasi tanggap bencana harus dimasifkan untuk melatih kesiapsiagaan warga.
Hal tersebut agar warga dapat bertindak dengan tepat saat terjadi bencana dan meminimalisir dampaknya.
Karenanya, simulasi tanggap bencana longsor dilakukan di lapangan voli Prapatan, Balikpapan Kota (Balkot) pada Selasa (30/3/2021) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Dalam simulasi tersebut terlihat antusias warga dalam mengikutinya.
Tampak sejumlah warga berlari saat mengikuti simulasi tanggap bencana longsor. Petugas dari BPBD pun dengan sigap melakukan penanganan.
Mereka turut dibantu oleh unsur lainnya serta sejumlah relawan yang ada di Kota Balikpapan.
“Simulasi ini untuk melihat sejauh mana penanganan bila ada musibah longsor,” ungkap Kepala BPBD Provinsi Kaltim, Yudha Pranoto didampingi Kepala BPBD Balikpapan Suseno saat meninjau simulasi.
Prapatan sendiri menjadi wilayah yang dipilih karena termasuk daerah perbukitan yang dinilai cukup rawan bencana longsor.
“Lokasi ini dipilih. Katanya karena di Prapatan ini berbukit, jadi rawan longsor. Dan memang saya lihat cukup rawan sekali,” kata Yudha.
Dari kegiatan tersebut, Yudha mencatat beberapa hal yang masih perlu dievaluasi. Salah satunya seperti penanganan reruntuhan longsor yang semestinya segera di tangani dengan cepat.
“Evaluasinya itu tadi soal penanganan reruntuhan longsor. Harusnya itu digali pelan-pelan. Terus kalau ada excavator itu dipergunakan semaksimal mungkin. Jadi nggak dibiarkan lama,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala BPBD Balikpapan, Suseno mengatakan catatan tersebut akan jadi bahan evaluasi. Meski begitu, hal tersebut tidak menjadi masalah.
Suseno juga menginstruksikan kepada jajarannya agar sigap dalam merespon laporan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Kami minta anggota selalu sigap dalam merespon laporan masyarakat. Disetiap wilayah kecamatan sudah ada UPTD nya. Jadi dengan ini bisa lebih cepat menerima laporan masyarakat,” serunya. (pcm)



