
SAMARINDA – Masyarakat kota Tepian dikejutkan dengan adanya Komisioner KPU Samarinda yang diketahui terkonfirmasi Positif Covid-19. Dimana hal ini dibenarkan secara langsung oleh Ketua KPU Kota Samarinda Firman Hidayat, dalam pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi suara tingkat Kota, di Hotel Bumi Senyiur, Kamis (17/12/2020) lalu.
Selain itu, dari info yang beredar anggota KPPS di Samarinda juga terkonfirmasi positif Covid-19. Meski demikian, Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) tidak menganggap hal tersebut sebagai kluster pilkada.
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, mengatakan hal tersebut bukan dianggap kluster. Sebab jika dikatakan kluster penyebaran akan menyebar secara cepat dalam satu titik. Bahkan dirinya memberikan contoh pengalamannya saat terpapar virus tersebut beberapa bulan lalu. Sehingga Satgas Covid-19 memberikan cap kluster KT 2 saat itu dikarenakan penyebaran Covid-19 begitu cepat.
“Kalau kluster itu menyebar seperti saya kluster KT 2. Dari saya menyebar ke istri, anak, sopir. Ini tidak, terpisah-pisah sumbernya berbeda-beda,” ucap Hadi Mulyadi, Selasa (22/12/2020).
Saat ini dirinya belum pernah mendapatkan informasi terbaru dari beberapa daerah lain yang melaksanakan pilkada tahun ini. Dimana beberapa daerah yang menyelenggarakan pilkada pun belum ada laporan pelaksana pilkada terpapar Covid-19.
Dari berita yang beredar sebelumnya, dua Komisioner serta satu sekretaris KPU Samarinda dinyatakan positif Covid-19. Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat mengatakan ia dan beberapa komisioner lainnya yang ikut dalam pleno kemarin dinyatakan negatif.
“Pak najib terkonfirmasi positif. Sebelumnya pak Dwi dan sebelumnya lagi Bu sekretaris yang terkonfirmasi positif,” terang Firman Hidayat.
Dirinya juga menjelaskan, saat kondisi ketiga anggotanya berada dalam kondisi baik-baik saja, hingga kini mereka melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, terkecuali Dwi Haryono. Saat Ini komisioner Divisi Perencanaan Program, Data dan Informasi Dwi Haryono sedang isolasi di salah satu pusat kesehatan di Samarinda.
Lebih lanjut dirinya menerangkan, awalnya komisioner KPU Samarinda Divisi Sosdiklihparmas M.Najib memiliki gejala yang mirip Covid-19. Sehingga ia pun langsung segera isolasi mandiri. Sementara itu Dwi Haryono baru menjalani perawatan 3 sampai 4 hari yang lalu.
“Tapi memang sejak seminggu lalu kami tidak kontak karena Pak Najib sudah merasakan gejala dan sudah mulai isolasi mandiri,” terangnya Firman Hidayat.
Jika kondisi ketiga komisioner dan Sekretaris KPU lebih membaik, maka dilanjutkan dengan tes swab. Jika hasilnya negatif maka diperbolehkan melakukan aktifitas seperti biasa.
“Tapi kami akan swab lagi agar lebih meyakinkan dan suasana kerja di kantor juga lebih aman dan nyaman. Jadi nanti terhitung 10 hari pak Dwi setelah karantina, pak najib juga dan Bu Uni (Sekretaris KPU Samarinda)” pungkas Firman Hidayat. (pry)
Editor: (dy)





