
SAMARINDA – Wakil Ketua I DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, dan Anggota Komisi DPRD Kota Samarinda Fahruddin, Deni Hakim Anwar, Abdul Rofik, Laila Fatihah, Mujianto, menghadiri kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, G. Budisatrio Djiwandono, Rabu (11/5/2022).
Pada Kunker anggota DPR RI itu juga disambut oleh Walikota Samarinda, Andi Harun. Budisatrio hadir bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dalam rangka Bakti Nelayan di Kota Samarinda.
Sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada nelayan oleh Wakil ketua Komisi IV DPR RI itu.
Dijelaskan Andi Harun, Kota Samarinda memiliki karakteristik yang unik dalam sektor perikanan, yakni memiliki nelayan laut meski tidak memiliki wilayah laut. Menurutnya, jumlah kelompok Nelayan (KUB) yang terdata di Kota Samarinda ada 44 Kelompok.
“Terdiri dari nelayan laut dan nelayan Perairan Umum Daratan (PUD). Jumlah Nelayan yang terdata saat ini lebih kurang 778 orang dengan jumlah kapal motor nelayan sebanyak 591 unit, dan alat penangkapan terdiri atas berbagai jenis seperti alat tangkap bubu, gillnet, rawai dasar, pancing dan lainnya,” jelas Andi Harun.
Pemerintah Kota Samarinda juga telah memberikan pelayanan kepada masyarakat nelayan melalui beberapa kegiatan seperti pelayanan pemasaran dan penjaminan mutu hasil perikanan di TPI Selili, pemberian rekomendasi BBM subsidi bagi nelayan kecil serta bantuan dermaga tambat, perahu, alat tangkap ramah lingkungan dan mesin kapal bagi nelayan kecil dan yang lainnya.
“Pemerintah Kota Samarinda berharap untuk bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam upaya peningkatan produksi perikanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan,” harap Andi Harun.
Sementara Wakil Ketua I DPRD Samarinda Helmi mengucapkan terima kasih kepada kepada G. Budisatrio Djiwandono selaku Wakil Komisi IV DPR RI yang selalu memberikan perhatian kepada pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
“Terima kasih telah memberikan sentuhan kepada masyarakat nelayan di kota Samarinda. Yang mana selama dua Tahun aktivitas masyarakat khususnya masyarakat nelayan banyak yang terganggu karena pandemi Covid 19,” serunya. (advertorial)





