
Samarinda – Sebelumnya KONI Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan monitoring secara langsung kepada atlet di beberapa venue latihan, tempat atlet latihan menjalankan program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Sentralisasi.
Dalam rombongan KONI Kaltim itu, juga turut dihadiri oleh Konsultan Teknik KONI, Dikdik Zafar Sidik, yang juga secara langsung mengecek kondisi atlet selama menjalani porgram persiapan khusus, sebelum bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 tahun 2021 di Papua.
Sejauh pantauannya saat ini, Dikdik mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur karena perkembangan yang dialami atlet sejauh ini cukup baik dari waktu ke waktu.
“Perkembangan dari hasil pantauan saat ini, saya bersyukur sekali ya Alhamdulillah ada beberapa temuan yang memang dalam waktu yang tidak terlalu lama kan kita Puslatda, setelah latihan mandiri. Tapi hasil dari perkembangan saat ini saya liat signifikan dari progresnya ya,” ucap Dikdik.
Sebelumnya salah satu cabor yang dipersiapkan ke PON Papua, yakni pencak silat, melakukan try out atau latihan bersama di Jakarta pada pekan lalu. Sehingga dari laporan yang dirinya terima, cabor ini bisa dikatakan cukup mampu untuk bersaing dengan daerah lainnya, yang dirasa memiliki atlet berprestasi.
“Ya salah satunya kemarin ada saya terima laporan dari salah satu cabor yang kebetulan bisa mengikuti try out di bulan Agustus awal kemarin, yaitu pencak silat. Dan disana mereka bertemu dengan cabang olahraganya dari provinsi itu cukup kuat. Kebetulan dari DKI tidak jadi turun, tapi ada Jawa Barat (Jabar) disitu. Mengingat Jabar adalah salah satu peta kekuatan pencak silat,” katanya.
Lebih lanjut, Dikdik juga mengaku cukup kaget saat mendengar hasil kondisi fisik atlet pencak silat Benua Etam saat menjalani latihan bersama tersebut.
“Nah alhamdulillah dari hasil laporan-laporan pelatih dan juga manager, saya cukup kaget ternyata kondisi fisik anak-anak diatas rata-rata mereka,” ujarnya.
Dari hasil tersebut tentu saja membuat dirinya senang. Mengingat sudah 2 pekan ini dirinya menerima hasil, baik berupa laporan atau meninjau atlet secara langsung yang dirasa untuk kondisi fisik sudah cukup baik.
“Ini cukup menggembirakan. Dan saya juga melihat beberapa cabor yang sudah saya monitor dalam 2 minggu terakhir ini, kondisi fisiknya cukup bagus,” terangnya.
Kendati demikian, Dikdik tidak mau hal tersebut selesai sampai disini saja. Dirinya akan terus memantapkan persiapan atlet Kaltim hingga mencapai target yang dirinya inginkan. (dy)





