
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Perlambatan ekonomi yang masih dirasakan di berbagai sektor tidak mengurangi optimisme Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam mengembangkan industri pariwisata. Melalui penyelenggaraan berbagai agenda berskala lokal, nasional, hingga internasional sepanjang tahun 2026, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan menargetkan kunjungan wisatawan tetap meningkat sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah tantangan ekonomi yang memengaruhi berbagai bidang usaha, sektor pariwisata dinilai masih memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak perekonomian. Kehadiran wisatawan tidak hanya berdampak pada destinasi wisata, tetapi juga mendorong aktivitas perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengakui kondisi ekonomi saat ini turut memberikan pengaruh terhadap geliat industri pariwisata. Menurutnya, sejumlah pelaku usaha yang bergantung pada aktivitas wisata dan penyelenggaraan kegiatan turut merasakan dampak dari situasi tersebut.
“Tentu ada dampaknya terhadap sektor pariwisata. Hotel, penyelenggara event, dan pelaku usaha lainnya juga merasakan tantangan ekonomi saat ini. Namun kami tetap optimistis dan terus berupaya menjaga pergerakan wisatawan yang datang ke Balikpapan,” ujar Ratih Kusuma, Kamis (18/6/2026).
Meski demikian, Ratih menegaskan bahwa Disporapar tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Berbagai strategi terus disiapkan agar arus kunjungan wisatawan tetap terjaga, salah satunya melalui penyelenggaraan beragam agenda yang mampu menarik peserta maupun pengunjung dari luar daerah.
Menurutnya, pelaksanaan event menjadi salah satu instrumen yang terbukti efektif dalam meningkatkan mobilitas wisatawan menuju Balikpapan. Setiap kegiatan yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah secara langsung akan menciptakan perputaran ekonomi melalui peningkatan kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga belanja produk lokal.
“Peningkatan kunjungan wisatawan tentu didorong oleh adanya event-event, kegiatan MICE, pertukaran budaya, maupun berbagai kegiatan lainnya yang menghadirkan banyak orang ke Balikpapan,” katanya.
Sebagai upaya menjaga momentum tersebut, Disparpora telah menyusun kalender kegiatan sepanjang tahun 2026 yang diisi sejumlah agenda unggulan. Berbagai kegiatan tersebut dirancang tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai magnet untuk menarik kunjungan wisatawan dan memperkuat citra Balikpapan sebagai kota penyelenggara berbagai event berskala besar.
Beberapa agenda yang telah dipersiapkan antara lain kegiatan UMKM tingkat nasional yang akan mempertemukan pelaku usaha dari berbagai provinsi di Indonesia, Balikpapan Fest sebagai salah satu agenda tahunan unggulan Kota Balikpapan, serta Indonesia International Motor Show (IIMS) yang selama ini dikenal sebagai pameran otomotif bergengsi dengan daya tarik tinggi bagi masyarakat.
Selain mengandalkan sektor ekonomi kreatif dan pameran, Disparpora juga memanfaatkan kegiatan olahraga sebagai daya tarik wisata. Salah satu agenda yang akan digelar adalah turnamen Bulu Tangkis Open yang diproyeksikan menghadirkan atlet, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah sehingga turut meningkatkan tingkat hunian hotel dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami memiliki sejumlah agenda besar seperti kegiatan UMKM se-Indonesia, Balikpapan Fest, kemudian Indonesia International Motor Show. Ada juga event olahraga seperti Bulu Tangkis Open yang akan mendatangkan banyak tamu ke Balikpapan,” jelas Ratih.
Ratih memastikan seluruh agenda yang telah masuk dalam kalender kegiatan tahun 2026 akan tetap dilaksanakan sesuai rencana. Di samping itu, Disparpora terus menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membuka peluang penyelenggaraan event baru yang mampu memperkuat posisi Balikpapan sebagai destinasi wisata sekaligus kota penyelenggara kegiatan berskala regional maupun nasional di Kalimantan Timur.
“Agenda yang sudah disusun tetap berjalan. Kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi agar semakin banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan di Balikpapan. Dengan begitu, kunjungan wisatawan dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Melalui rangkaian agenda tersebut, Pemkot Balikpapan berharap sektor pariwisata mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah di tengah tantangan yang masih berlangsung. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat daya saing pariwisata Balikpapan sekaligus memperluas manfaat ekonomi yang dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. (mang/Adv DIskominfo Balikpapan)



