
BALIKPAPAN – Tokopedia dan TikTok Shop bekerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI menghadirkan program “Waktunya STARt! Jadi Juragan UMKM” di Galeri Dekranasda & UKM Center, Balikpapan, Rabu (17/6).
Program yang menjadi bagian dari Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro ini bertujuan membantu pelaku UMKM, khususnya pengusaha mikro, agar semakin siap berkembang di ekosistem digital melalui penguatan legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, sekaligus peningkatan kapasitas pemasaran di era discovery commerce.
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung UMKM lokal melalui inisiatif #JualanNyaman.

“Tokopedia dan TikTok Shop terus mendampingi pelaku usaha dalam pembuatan NIB dan sertifikat halal, sekaligus meningkatkan keterampilan membuat konten video dan membuka akses kolaborasi dengan kreator,” kata Vonny.
Program “Waktunya STARt! Jadi Juragan UMKM” telah menjangkau ratusan pelaku UMKM di berbagai daerah sejak April 2025. Kehadiran program ini di Balikpapan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha lokal agar semakin berdaya saing di era digital. Menurut data internal TikTok Shop by Tokopedia, kenaikan nilai transaksi sejumlah penjual yang memanfaatkan video pendek maupun sesi LIVE mencapai lebih dari 30 kali lipat pada kuartal IV dibandingkan kuartal III 2024.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, turut mengunjungi sesi pendampingan pembuatan NIB dan sertifikat halal serta pelatihan pembuatan konten video. Maman menyampaikan apresiasi kepada Tokopedia, TikTok Shop, dan seluruh mitra strategis yang telah mendukung pengusaha mikro agar semakin siap menghadapi tantangan era pasar digital.

“Tantangan saat ini telah memasuki era pasar digital. Karena itu, seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah harus semakin familiar dengan ekosistem e-commerce,” ujar Maman.
Ia menambahkan bahwa Kementerian UMKM berkomitmen menjaga ekosistem digital yang sehat dan berkeadilan bagi seluruh pihak.
“Marketplace dan penjual ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Semakin banyak aktivitas pelaku usaha di e-commerce, algoritma akan semakin positif. Namun, kualitas produk tetap menjadi faktor utama agar konsumen tetap percaya,” tambahnya.
Program “Waktunya STARt! Jadi Juragan UMKM” tidak hanya menghadirkan pendampingan legalitas usaha, tetapi juga berbagai klinik bisnis yang mencakup edukasi pembuatan konten promosi berbasis video singkat dan sesi LIVE.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan para pelaku usaha, Tokopedia dan TikTok Shop berharap semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan tumbuh secara berkelanjutan di era ekonomi digital. (Adv)



