
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di kawasan Jalan Syarifudin Yoes menyusul pekerjaan perbaikan jalan akibat longsor yang terjadi di wilayah tersebut. Pengaturan arus kendaraan dilakukan guna menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran proses pengerjaan perbaikan infrastruktur.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman, mengatakan pengalihan arus diterapkan selama pekerjaan berlangsung dan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut.
“Pengalihan arus ini dilakukan sementara selama proses perbaikan berlangsung. Kami mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelancaran lalu lintas di sekitar area pekerjaan,” ujar Fadli, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, pengaturan arus diberlakukan terhadap sejumlah jenis kendaraan, baik yang datang dari arah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan maupun dari arah kawasan WIKA. Untuk kendaraan golongan R6 dengan jumlah berat yang diperbolehkan (JBB) di atas 6 ton dari arah bandara, arus dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman.
Sementara itu, kendaraan roda dua dan roda empat diarahkan melalui beberapa jalur alternatif yang telah disiapkan. Jalur tersebut di antaranya melalui Jalan Kasih menuju Jalan Ruhui Rahayu, Jalan Asnawi Arbain (BJBJ) menuju Jalan Punai atau Jalan Ketinjau, Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan MT Haryono, serta Jalan Marsma Iswahyudi menuju Jalan ZA Maulani.
Sedangkan kendaraan dari arah kawasan WIKA dengan kategori R6 dan JBB lebih dari 6 ton juga dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman.
“Untuk kendaraan kecil dari arah WIKA diarahkan melalui Jalan Ruhui Rahayu menuju Jalan MT Haryono,” jelasnya.
Dishub Kota Balikpapan juga telah menempatkan petugas di sejumlah titik strategis guna membantu pengaturan lalu lintas sekaligus memberikan arahan kepada masyarakat selama rekayasa arus diberlakukan.
Fadli mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan demi menghindari kemacetan maupun potensi kecelakaan di sekitar area pekerjaan.
“Kami minta pengguna jalan mengikuti arahan petugas di lapangan dan menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan agar tidak terjadi kepadatan,” katanya.
Menurutnya, peningkatan volume kendaraan di ruas jalan alternatif diperkirakan terjadi terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Karena itu, masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan dengan lebih baik agar aktivitas tetap berjalan lancar.
Selain itu, pengguna jalan juga diimbau mengurangi kecepatan kendaraan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan demi menjaga keselamatan bersama.
Dishub Balikpapan memastikan rekayasa lalu lintas akan terus dievaluasi sesuai perkembangan proses perbaikan jalan di lokasi longsor. Setelah pekerjaan selesai dan kondisi jalan dinyatakan aman untuk dilalui, arus lalu lintas akan kembali diberlakukan normal seperti sebelumnya.
“Kalau pekerjaan selesai dan kondisi jalan sudah aman dilalui, arus lalu lintas akan kembali normal,” tutup Fadli. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)



