
Samarinda, Kaltimedia.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026 di Kabupaten Paser mulai memasuki tahap penyesuaian teknis. Sejumlah opsi efisiensi anggaran pun mengemuka, tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.
Salah satu usulan yang sempat muncul adalah pengurangan jumlah cabang olahraga (cabor). Namun, hal tersebut ditolak oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur karena seluruh cabor telah melalui Babak Kualifikasi (BK) dan ditetapkan dalam Surat Keputusan resmi.
Sebagai alternatif, penyesuaian difokuskan pada pengurangan jumlah nomor tanding di tiap cabang olahraga. Skema ini dinilai lebih realistis dengan tetap mengacu pada standar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ketua Tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah) Porprov, Ego Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan verifikasi terhadap nomor-nomor pertandingan yang berpotensi disederhanakan.
“Kami melakukan kajian untuk menentukan nomor mana yang memungkinkan dikurangi tanpa mengganggu kualitas kompetisi,” ujarnya.
Selain itu, Wasrah juga menyiapkan konsep lain berupa pemadatan jadwal pertandingan. Strategi ini dinilai mampu menekan biaya operasional tanpa mengurangi substansi pelaksanaan.
Sebagai contoh, pertandingan cabang olahraga seperti pencak silat yang semula dirancang berlangsung lima hari, dapat dipadatkan menjadi empat hari dengan penyesuaian teknis.
“Pengurangan hari pertandingan akan berdampak langsung pada efisiensi pembiayaan, terutama pada aspek akomodasi dan operasional,” jelas Ego.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh kebijakan masih dalam tahap konsep dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Ketua KONI, technical delegate masing-masing cabang olahraga, serta panitia besar Porprov.
Terkait potensi penolakan dari cabang olahraga, Ego menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari kesepakatan bersama dalam menghadapi keterbatasan anggaran.
“Jika ada cabor yang tidak memungkinkan mengurangi nomor tanding, maka opsi lain adalah pemadatan jadwal. Intinya tetap pada efisiensi,” tegasnya.
Dengan berbagai penyesuaian tersebut, diharapkan Porprov Kaltim 2026 tetap berjalan optimal, kompetitif, dan efisien, tanpa mengurangi semangat pembinaan prestasi olahraga di daerah. (Dy)
Editor: Ang





