Prabowo Tantang Danantara Setor Rp800 Triliun per Tahun ke Negara

Gambar saat ini: Foto: Presiden Indonesia ke8 Prabowo Subianto. Sumber: Istimewa.
Foto: Presiden Indonesia ke8 Prabowo Subianto. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com — Prabowo Subianto menantang pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara dengan target tingkat pengembalian aset atau Return on Asset (RoA) minimal 5 persen.

Target tersebut disampaikan langsung kepada CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, saat acara tasyakuran hari ulang tahun pertama Danantara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

Menurut Prabowo, jika RoA mencapai 5 persen, maka Danantara setidaknya harus mampu memberikan kontribusi sekitar 50 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp800 triliun kepada negara setiap tahun.

“Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar AS tiap tahun. 50 miliar dolar AS adalah Rp800 triliun. Jadi, pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh,” kata Prabowo.

Meski demikian, Presiden menilai perusahaan yang dikelola dengan tata kelola yang baik seharusnya mampu mencapai tingkat pengembalian aset hingga 10 persen.

Ia mengakui target tersebut bukan hal mudah untuk dicapai, namun meyakini hal itu dapat diwujudkan melalui manajemen yang baik serta integritas dalam pengelolaan perusahaan.

“Tapi tidak mengapa, saya yakin dan percaya kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa. Karena itu, dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi Saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh. Saudara harus bisa memberi return 5 persen, minimal kembali ke negara, 50 miliar dolar AS minimal,” tegasnya.

Prabowo menilai kontribusi besar dari Danantara menjadi sangat penting bagi perekonomian nasional, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ia menyinggung kondisi geopolitik dunia, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi internasional.

“Krisis selalu menghasilkan peluang. Krisis adalah ujian, krisis adalah batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah,” ujarnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadapi berbagai tantangan global berkat kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.

“Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini makin kuat,” tutup Prabowo. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *