
Tenggarong, Kaltimedia.com – Polemik soal penurunan nominal Beasiswa Kukar Idaman yang ramai diperbincangkan di media sosial akhirnya dijawab langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dendy Irwan Fahriza, menegaskan bahwa penurunan tersebut bukan karena pemangkasan anggaran pendidikan, melainkan akibat jumlah penerima beasiswa yang membengkak jauh di atas kuota awal.
Program ini awalnya diumumkan pada 20 Januari 2025 dengan kuota 1.347 penerima, sesuai pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Proses seleksi dilakukan melalui verifikasi administrasi dan pemeriksaan lapangan.
Namun, hasilnya menunjukkan jumlah calon penerima yang lolos verifikasi mencapai 4.015 orang, atau hampir tiga kali lipat dari target awal.
Dendy menjelaskan bahwa siapa pun yang sudah dinyatakan lolos di aplikasi berarti telah memenuhi seluruh persyaratan. Karena itu, Pemkab Kukar memilih untuk tetap memberikan beasiswa kepada semua peserta yang lolos, meskipun anggaran yang tersedia tidak berubah dari perencanaan awal. Keputusan ini membuat total penerima beasiswa membengkak hingga sekitar 4.500 orang.
Kondisi ini paling terasa pada kategori beasiswa D4/S1. Dari target 867 penerima, jumlah yang lolos verifikasi melonjak menjadi 2.955 orang. Akibatnya, nominal bantuan per mahasiswa harus disesuaikan, dari semula Rp5 juta menjadi Rp1,6 juta.
Penyesuaian serupa terjadi di semua kategori penerima, mulai dari pondok pesantren, SMA sederajat, hingga S2 dan S3.
“Tidak ada pemotongan anggaran atau kebijakan efisiensi. Anggaran tetap sama seperti yang tertuang di APBD 2025 untuk kuota awal. Penurunan nominal murni karena penerimanya melebihi kuota, dan semua yang lolos memenuhi syarat,” tegas Dendy.
Dari sekitar 9.000 pendaftar, sebanyak 3.954 orang dinyatakan memenuhi persyaratan administratif—mulai dari surat keterangan aktif kuliah, Kartu Hasil Studi (KHS) resmi, akreditasi kampus, IPK minimal, hingga ketentuan batas semester.
Tim seleksi, kata Dendy, tidak memiliki alasan untuk menggugurkan pendaftar yang dokumennya lengkap.
Ia pun mengakui, lonjakan jumlah penerima tahun ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Ke depan, Pemkab Kukar akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kuota dan besaran beasiswa bisa disesuaikan secara realistis dengan kemampuan anggaran daerah, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Evaluasi akan kami lakukan bersama tim beasiswa dan pimpinan, supaya ke depannya target dan jumlah bantuan bisa lebih terukur,” tutupnya. (Ang)





