Pemprov Kaltim Siapkan 506 Ton Beras untuk Antisipasi Krisis Pangan

Foto: Petani sedang berada di sawah. Sumber: Istimewa.
Foto: Petani sedang berada di sawah. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Ancaman krisis pangan kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Perubahan iklim, musim kemarau berkepanjangan, dan terganggunya distribusi pangan telah membuat sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kaltim, berada dalam kondisi rawan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kaltim menyiapkan cadangan pangan berupa 506 ton beras. Langkah ini dipandang strategis untuk menghadapi potensi krisis akibat kekeringan maupun bencana lain yang bisa mengganggu ketersediaan pangan di daerah.

“Kalau bicara krisis pangan, bukan hanya soal stok, tapi juga distribusi dan harga. Karena itu, strategi kita meliputi tiga hal: meningkatkan produksi dan produktivitas pangan lokal, memperkuat cadangan pangan pemerintah di provinsi dan kabupaten/kota, serta mengurangi ketergantungan terhadap beras,” jelas Sekretaris Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Rini Susilawati, Selasa (12/8/2025).

Ia menambahkan, upaya menjaga distribusi beras agar pasokan tetap stabil di masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah lonjakan harga.

Saat ini, beberapa wilayah di Kaltim seperti Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Kutai Barat telah terdampak kekeringan, sehingga produksi pangan menurun dan risiko kerawanan pangan meningkat. Mahakam Ulu juga menjadi prioritas penanganan karena lonjakan harga kebutuhan pokok yang cukup signifikan.

Menurut Rini, penentuan status kerawanan pangan di Kaltim tidak hanya mengacu pada stok beras atau jagung, tetapi juga sembilan indikator yang terangkum dalam Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan. Indikator tersebut mencakup ketersediaan pangan lokal, tingkat stunting, akses air bersih, layanan kesehatan, hingga rasio tenaga kesehatan di daerah.

“Kerawanan pangan itu tidak sederhana. Kita melihatnya dari tiga aspek besar: ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan,” ujarnya.

Selain menjaga stok, Pemprov Kaltim juga menyiapkan mekanisme intervensi harga. Jika harga beras melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) selama dua pekan berturut-turut, pemerintah akan segera menggelontorkan cadangan beras sesuai Peraturan Gubernur untuk menstabilkan pasar.

“Kita butuh kolaborasi semua pihak agar pangan tersedia, aman, dan terjangkau. Ini bukan hanya soal kondisi saat ini, tetapi juga memastikan ketahanan pangan Kaltim di masa depan,” pungkas Rini. (Rfh)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *