
Samarinda – Rencana pembentukan Koperasi Merah Putih oleh pemerintah pusat hingga tingkat desa dan kelurahan disambut positif di Kota Samarinda.
Kendati demikian, program ini dinilai membutuhkan perencanaan teknis dan pendanaan yang matang agar tidak hanya berakhir sebagai formalitas administratif.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyampaikan bahwa wacana pembentukan koperasi di 59 kelurahan perlu diimbangi dengan penguatan struktur kelembagaan di lapangan. Dan agar program tersebut tidak menjadi kegiatan seremonial tanpa arah yang jelas.
Menurutnya, koperasi tidak cukup hanya dibentuk di atas kertas. Dalam praktiknya, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, model usaha yang dijalankan, serta perhitungan finansial yang realistis.
“Kita harus sambut baik program ini, tapi jangan sampai hanya menjadi formalitas. Perlu perencanaan dan penguatan teknis yang konkret,” ujar Iswandi, Senin (28/7/2025).
Program Koperasi Merah Putih disebut-sebut akan mengelola berbagai jenis usaha, termasuk sektor kesehatan seperti klinik dan farmasi. Oleh karena itu, menurut Iswandi, penting untuk memastikan bahwa koperasi memiliki struktur pendanaan yang kuat serta pengelola yang memahami bidang usaha tersebut.
“Kalau koperasinya mau bergerak di sektor farmasi dan klinik, maka perhitungan permodalannya harus betul-betul cermat,” tambahnya.
Tak hanya pada sisi pendanaan, ia juga menekankan perlunya pengawasan ketat dari instansi terkait. Berkaca pada pengalaman sebelumnya, banyak koperasi di Samarinda yang terbentuk namun tidak lagi beroperasi secara aktif.
Berdasarkan data yang dihimpun Komisi II, dari ribuan koperasi yang terdaftar di kota ini, hanya sekitar 300 yang masih aktif menjalankan kegiatan usahanya. Kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya evaluasi dan penataan ulang kebijakan koperasi secara menyeluruh.
“Kita tidak ingin koperasi ini bernasib sama seperti yang sudah-sudah, hidup segan mati tak mau,” katanya.
Iswandi berharap, program ini bisa menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat berkoperasi di tengah masyarakat. Ia menilai, dengan dukungan dari pemerintah kota dan partisipasi aktif warga, Koperasi Merah Putih bisa menjadi pendorong ekonomi lokal yang lebih inklusif.
“Kalau dikelola dengan benar, koperasi ini bisa memberi dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)



