Tim Dayung Paser Sabet Emas di Jakarta International Dragon Boat Festival 2025

Foto: Tim dayung Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.
Foto: Tim dayung Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com — Tim dayung Kabupaten Paser yang mewakili Kalimantan Timur sukses mencetak prestasi membanggakan dalam ajang Jakarta International Dragon Boat Festival 2025 yang berlangsung pada 25–27 Juli. Bertanding melawan tim dari berbagai daerah dan negara, kontingen Paser berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perunggu, serta satu gelar juara bersama.

Capaian emas diraih di kategori mix 22 pendayung, sementara medali perunggu diraih oleh tim putri 12 pendayung. Adapun tim putra 12 pendayung harus puas berbagi gelar juara karena laga final tidak dapat dilanjutkan akibat kondisi cuaca dan minimnya pencahayaan.

Sekretaris Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Paser, Hafidz Sahid, menyebutkan bahwa hasil ini menjadi catatan penting bagi tim pelatih dan pengurus untuk melakukan evaluasi menuju target lebih besar, yakni sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026.

“Festival ini menjadi ajang penting untuk menambah jam terbang para atlet dengan atmosfer kompetisi bertaraf nasional dan internasional. Meski hanya latihan intensif selama tiga bulan, dari total 18 bulan persiapan menuju Porprov, pengalaman ini sangat berharga,” ujar Hafidz pada Senin (28/7/2025).

Ia juga menyoroti sejumlah kendala teknis selama kejuaraan, khususnya yang dialami oleh tim putri. Hafidz menjelaskan bahwa padatnya jadwal membuat atlet tidak memiliki waktu istirahat yang cukup antar pertandingan. Kondisi ini berdampak langsung pada performa tim putri yang semula tampil gemilang di babak penyisihan.

“Setelah final di kategori mix, tim putri kami langsung bertanding tanpa jeda. Ini tentu sangat menguras tenaga. Padahal dari catatan waktu, mereka termasuk yang tercepat saat penyisihan,” jelasnya.

Padatnya jadwal pertandingan, menurut Hafidz, disebabkan oleh keterbatasan waktu penyelenggaraan yang membuat panitia harus menuntaskan seluruh perlombaan dalam satu hari. Ia berharap hal ini menjadi perhatian untuk pelaksanaan event selanjutnya.

Sementara itu, tim putra Paser yang tampil impresif hingga babak semifinal juga menjadi korban cuaca buruk. Pertandingan final mereka terpaksa dibatalkan karena kondisi yang tidak memungkinkan, sehingga gelar juara diberikan bersama kepada dua tim finalis.

Meski demikian, raihan medali emas di Jakarta menjadi suntikan semangat tersendiri bagi tim dayung Paser. Selain membuktikan kualitas atlet lokal, prestasi ini sekaligus menjadi bekal menuju kejuaraan-kejuaraan lainnya di tahun 2025, termasuk Kejurda dan event di Kutai Barat.

Hafidz juga mengungkapkan bahwa hasil ini sejalan dengan harapan Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, yang juga menjabat sebagai Ketua PODSI Paser. “Ini menjadi motivasi sekaligus pembuktian bahwa atlet-atlet kita mampu bersaing di level tinggi,” pungkasnya. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *