
Samarinda, Kaltimedia.com – Menjelang dimulainya kompetisi Indonesia Super League (ILeague) musim 2025–2026, sorotan tajam mengarah pada Stadion Segiri Samarinda yang menjadi markas utama Borneo FC.
Bukan pujian yang diterima, melainkan penilaian kurang menyenangkan dari tim inspeksi yang diturunkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.
Tim khusus dari PT LIB saat ini tengah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan stadion-stadion yang akan digunakan selama musim kompetisi berlangsung.
Dalam kunjungannya ke Stadion Segiri, tim tersebut mendapati sejumlah persoalan mendasar yang dinilai belum memenuhi standar pelaksanaan liga profesional.
Menurut Reza Katamsi, Sekretaris Borneo FC, meskipun fungsi ruang dan fasilitas lapangan secara umum dianggap layak, namun aspek kebersihan menjadi catatan penting.
“Fungsi ruangan sudah terpenuhi, tetapi stadion dinilai kotor. Beberapa ruangan ditemukan berjamur dan lembab karena tidak ada perawatan setelah musim lalu berakhir,” ujar Reza, Kamis (17/07/2025).
Kondisi ini terjadi karena setelah kompetisi musim lalu selesai, tidak ada kegiatan pembersihan atau pemeliharaan rutin oleh panitia pelaksana klub.
Beberapa ruangan dalam kondisi tidak terawat, sehingga memunculkan jamur akibat kelembaban tinggi.
Tak hanya kebersihan, kualitas penerangan stadion juga menjadi sorotan serius dari pihak penyelenggara liga. Menurut regulasi ILeague, standar pencahayaan minimal harus mencapai 1.600 lux untuk pertandingan malam hari.
Namun, hasil pengukuran di Stadion Segiri hanya menunjukkan angka sekitar 900 lux, jauh dari ambang batas yang ditetapkan.
“Lampu stadion memang selalu jadi masalah, bahkan sejak musim lalu. Tidak ada peningkatan kualitas, dan inilah yang sempat membuat kami harus pindah kandang ke Stadion Batakan di Balikpapan,” lanjut Reza.
Masalah pencahayaan yang belum kunjung tuntas ini bisa berakibat serius. Jika tidak segera diperbaiki, Borneo FC terancam tidak bisa menyelenggarakan pertandingan malam hari di kandangnya sendiri.
Kompetisi ILeague musim ini dijadwalkan mulai bergulir pada 8 Agustus 2025, dan Borneo FC akan menjadi tuan rumah laga pembuka menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Segiri.
Hingga saat ini pihak manajemen klub masih menunggu surat resmi dari PT LIB terkait hasil inspeksi dan status kelayakan stadion untuk pertandingan malam.
“Kami masih menunggu kejelasan dari ILeague. Bisa jadi, laga kandang di Segiri hanya diperbolehkan sore hari saja jika penerangan belum memenuhi standar,” ujar Reza.
Situasi ini tentu menjadi pekerjaan rumah penting bagi manajemen Borneo FC dan pihak pengelola Stadion Segiri.
Dengan waktu yang semakin sempit, pembenahan harus segera dilakukan agar laga pembuka berjalan lancar dan stadion kebanggaan Samarinda ini bisa tetap menjadi rumah bagi Pesut Etam sepanjang musim. (Dy)
Editor: Ang





