
Jakarta, Kaltimedia.com – Setelah munculnya laporan temuan belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua sekolah negeri di Tambakboyo, Tuban, Jawa Timur, Badan Gizi Nasional (BGN) segera merespons dengan menerbitkan standar operasional prosedur (SOP) terbaru terkait penyajian makanan di sekolah.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pihaknya telah mengedarkan SOP sebagai pedoman baru bagi seluruh dapur MBG, terutama terkait proses pengolahan makanan sebelum disajikan dalam food tray. Salah satu poin penting dalam edaran tersebut adalah kewajiban untuk mengolah makanan terlebih dahulu atau minimal mencelupkannya dalam air panas sebelum disajikan.
“Kami telah membuat edaran agar semua makanan yang masuk ke dalam food tray harus diolah atau minimal dicelup air panas,” kata Dadan dilansir dari Tirto, Kamis (17/7/2025).
Temuan tersebut terjadi di SMA Negeri 1 Tambakboyo dan SMK Negeri Tambakboyo, yang baru mulai menjalankan program MBG pada Senin, 14 Juli 2025. Dalam tiga hari pertama pelaksanaan program, BGN mencatat adanya ulat dalam 4 dari sekitar 3.400 wadah makanan yang dibagikan kepada siswa.
“Tepat memulai di Senin, didapatkan laporan ada 4 tray dari 3.400-an tray yang ada ulatnya. Selasa dan Rabu sudah tidak ada laporan,” ujarnya.
Sebagai bentuk antisipasi lebih lanjut, Dadan juga mengingatkan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dapur MBG untuk lebih selektif dalam merancang menu makanan. Ia mengimbau agar petugas menghindari makanan yang berisiko memicu kontroversi atau isu negatif di tengah masyarakat.
Sebelumnya, video yang menunjukkan menu MBG dipenuhi belatung sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah siswa berseragam tampak menunjukkan ekspresi jijik saat membuka food tray mereka, yang membuat heboh warganet dan menimbulkan kekhawatiran atas mutu pelaksanaan program MBG.
Menanggapi insiden ini, BGN menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem dan pengawasan dalam pelaksanaan MBG di seluruh wilayah Indonesia. Dadan memastikan bahwa temuan serupa tidak akan terulang, dan SOP baru akan menjadi standar nasional yang wajib diterapkan di seluruh dapur penyedia MBG. (Ang)





