
Samarinda, Kaltimedia.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kalimantan Timur belum lama ini menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang bertempat di Ruang Rapat KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.
Agenda utama dalam pertemuan ini adalah membahas persiapan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) yang akan memilih ketua baru untuk memimpin cabang olahraga barongsai di Bumi Etam selama empat tahun ke depan.
Sekretaris Umum FOBI Kaltim, Alexander Sumarno, menjelaskan bahwa Musprov nantinya tidak akan mengganggu persiapan atlet dari kabupaten/kota yang tengah menyiapkan diri menghadapi babak kualifikasi dan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
Menurut Alexander, sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, masa kepengurusan FOBI Kaltim sebenarnya berakhir pada Desember 2024. Namun, terjadi perpanjangan selama enam bulan karena keterbatasan wewenang dari pengurus pusat yang tidak dapat menerbitkan Surat Keputusan (SK) baru.
“Karena pusat tidak memiliki kewenangan mengeluarkan SK, akhirnya diberikan perpanjangan enam bulan kepada kami,” jelas Alexander, Rabu (11/6/2025).
Meski demikian, Alexander menilai pelaksanaan Musprov sebaiknya dilakukan lebih awal. Tujuannya agar persiapan Porprov nanti bisa berjalan lebih matang di bawah kepemimpinan yang baru.
“Kalau kita menunggu sampai enam bulan ke depan, waktunya akan terlalu mepet dengan Porprov. Lebih baik dilakukan sekarang, agar pengurus baru bisa langsung mengambil tanggung jawab dari babak pra hingga pelaksanaan Porprov,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan untuk mempercepat Musprov bukanlah hal yang terburu-buru, karena sudah melalui rapat internal sebelumnya dan merupakan hasil keputusan bersama dalam Rakerprov.
Dalam forum Rakerprov tersebut, perwakilan pengurus cabang (Pengcab) FOBI dari beberapa daerah seperti Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Samarinda turut hadir dan telah menyepakati sejumlah kriteria calon ketua yang dianggap layak menakhodai FOBI Kaltim ke depan.
Alexander, yang akrab disapa Koh Alex, berharap pemimpin terpilih nantinya memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan atlet di daerah. Ia menekankan bahwa pembinaan adalah kunci utama dalam mencetak atlet potensial dan meningkatkan prestasi olahraga barongsai Kaltim di tingkat nasional.
“Harapan saya, siapapun calon ketua nanti, bisa benar-benar maksimal dalam menjalankan komitmen pembinaan. Seperti yang disampaikan Wakil Ketua III KONI Kaltim, Pak Tomi, bahwa pembinaan adalah fondasi utama,” ujarnya.
Sebagai Sekum yang telah menjabat selama dua periode, Koh Alex menutup pernyataannya dengan harapan agar keputusan yang diambil dalam Musprov nanti bisa membawa rasa kebersamaan dan tidak meninggalkan pengurus-pengurus di tingkat kabupaten/kota.
“Yang penting bukan hanya soal administratif saja. Keputusan ini harus bisa memperkuat rasa kebersamaan dan dukungan kepada daerah-daerah agar mereka tidak merasa ditinggalkan,” pungkasnya. (Dy)
Editor : Ang





