
Samarinda – DPRD Kota Samarinda bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Samarinda, tengah mencari solusi dalam menangani permasalahan pengelolaan lingkungan Kota Tepian, agar bersih, indah dan nyaman.
Di mana DPRD Samarinda menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (11/2), untuk memaksimalkan pengelolaan sampah yang ada di Samarinda. Mengingat setia bulannya, menghasilkan sekitar 600 ton.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah menyebut, dalam menangani hal ini perlu adanya sebuah inovasi yang mengolah sampah menjadi suatu peluang ekonomi kreatif (ekraf).
Hal itu dikatakannya, sebab sebelumnya Helmi melakukan studi banding ke Kota Bogor, dan melihat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk mengolah sampah dengan diawali memilah, membeli sampah anorganik yang ditukarkan warga, kemudian sampah organik diolah jadi pupuk.
“Kedepan, Pemkot akan mendorong ekonomi kreatif berbasis pengelolaan sampah agar bisa meningkatkan pendapatan warga,” kata Helmi.
Menurutnya, disiplin masyarakat dalam membuang sampah yang sesuai dengan jadwalnya, yakni sebelum pukul 06.00 Wita pagi, sistem ini bisa berhasil dilakukan.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan bahwa zona pembuangan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), kini hampir penuh. Sehingga jika tidak ada pengelolaan yang maksimal, maka berdampak pada pencemaran.
“Kita mendapat catatan bahwa zona yang ada sudah penuh. Kami mengimbau DLH untuk menyiapkan zona 2 dan 3, karena jumlah sampah akan terus meningkat setiap tahun. Penanganan sampah harus optimal,” ujar Deni dengan tegas.
Kemudian, penerapan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) serta edukasi bagi masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola sampah sangatlah penting baginya.
Deni berpendapat, kerja sama antara warga dan petugas kebersihan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Sampah adalah tanggung jawab bersama. Petugas kebersihan sudah bekerja keras, tinggal bagaimana masyarakat bisa lebih disiplin,” tambahnya. (Adv/dy)





