
Kondisi TKP dan mobil pikap yang digunakan 6 relawan GMS hancur di Jalan AW Syahranie Samarinda, Senin (9/12/2024) malam.
SAMARINDA – Kejadian duka terjadi saat kebakaraan di Pasar Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir Samarinda, Senin (9/12/2024) malam. Sebuah mobil pikap mengalami kecelakaan parah di dekat kawasan itu. Mobil pickup itu merupakan kendaraan pemadam milik relawan yang akan memadamkan api di kawasan tersebut.
Akibat insiden tersebut, sekitar enam relawan menjadi korban. Tiga relawan meninggal dunia. Mereka meninggal dunia saat dibawa menuju rumah sakit. Sisanya masih dalam perawatan serius di RSUD AW. Sjahranie Samarinda.
Mobil pikap itu terlihat ringsek di bagian kabin depan dan samping. Diduga, pikap itu alami benturan keras di badan jalan Simpang Empat Sempaja menuju flyover Juanda.
Saat oleng mobil tersebut diduga lebih dulu menyerempet tiang lampu penerangan jalan umum (LPJU) kemudian menghantam keras 4 pohon peneduh di depannya.
Saking kerasnya bumper depan penyok dan menyatu dengan kabin kemudi.
Dari keterangan sejumlah saksi yang melakukan evakuasi, saat itu supir dan kernet terjepit di kabin depan.
Sementara 4 penumpang di bagian belakang yang menjaga mesin pompa air portable yang akan digunakan saat pemadaman terpental ke sejumlah sisi jalan.
“Dari keterangan saksi pas mereka lewat korban sudah terkapar. Ada yang di tengah jalan, ada di pinggir, 2 orang terjepit di kabin depan,” jelas Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Teguh Setia Wardana.
Dari keterangan saksi mata para korban diduga oleng saat hendak menghindari kucing yang akan menyeberang jalan.
“Karena kecepatan cukup tinggi dengan kondisi turunan menikung mereka oleng saat banting setir ke kiri itu. Tapi dugaan-dugaan pastinya masih diselidiki pihak kepolisian,” kata Teguh.
Pasca kejadian para korban langsung dilarikan ke rumah sakit.
Disdamkar sempat melakukan penyemprotan air guna membersihkan noda darah para korban yang berceceran di jalan raya.
Sementara mobil ringsek itu yang menjadi barang bukti Satlantas Polresta Samarinda.
Hingga saat ini, puluhan relawan Samarinda menunjukan rasa solidaritas dengan menunggu di depan ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD AWS.
“Kita sangat berduka dan sedih karena insiden yang dialami para relawan kita. Mereka gugur saat akan membantu penanganan bencana. Ini menjadi peringatan keras dan kami imbau agar kita semua selalu mengutamakan keselamatan diri dan tim saat akan melakukan misi kemanusiaan,” tegas Teguh mewakili Kepala Disdamkar Samarinda Hendra AH. (*/pry)





