Diskan PPU Ikut Program Dokumenter Neptune TV Milik Biro Humas KKP

Plt Kabid Perikanan Tangkap dan Perizinan, Lomo Sabani

PENAJAM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan fasilitas untuk mendokumentasikan aktivitas penangkapan ikan ke Biro Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Fasiltas dokumentasi itu dilakukan di perairan kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan, Diskan PPU Lomo Sabani menyampaikan, Biro Humas KKP meluncurkan program Neptune TV yakni media yang meliput segala aktivitas atau kegiatan perikanan di bawah naungan KKP. Salah satu programnya yaitu berupa film dokumenter

“Mereka membuat film dokumenter tentang perikanan yang bersentuhan langsung dengan IKN,” ujar Lomo Sabani beberapa waktu lalu.

Diskan PPU diajak untuk aktif mendampingi tim Neptune TV dalam melaksanakan kerja-kerja jurnalistik di beberapa lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan ini juga dimulai dengan wawancara langsung bersama Kepala Diskan PPU, Rozihan Azward.

“Kami membantu tim Neptune TV untuk melakukan syuting, termasuk di ruang Kapala Diskan PPU,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Biro Humas KKP juga mendokumentasikan kegiatan lapangan. Seperti rapat dengan para penyuluh perikanan. Termasuk kegiatan perangkat Diskan Kabupaten PPU lainnya.

“Kami juga berangkat ke Kelurahan Maridan dan mereka melakukan wawancara dengan salah seorang anggota KUB yangg ada di kelurahan tersebut yang bersentuhan langsung dengan IKN,” ujarnya.

Selanjutnya, Neptune TV juga hadir di Pantai Lango dan Jenebora, untuk melihat langsung aktivitas nelayan yang ada di sana. Serta mengunjungi Desa Babulu Laut. Di desa tersebut, Biro Humas KKP mengabadikan momen aktivitas nelayan setempat yang sedang penangkapan ikan dengan menebar jaring.

“Ada syuting mereka cara penangkapan ikan menebar jaring. Menyaksikan pendaratan ikan, ikan ditangkap, didaratkan dan dibeli oleh masyarakat. Lalu ada proses penimbangan dan sebagainya,” urainya.

Sesi terakhir, dilakukan dengan pengambilan gambar di sepanjang bibir pantai Tanjung Jumlai.

“Jadi semua dilibatkan, mulai dari dinas kami, para nelayan perikanan tangkap yang ada di empat kecamatan dan nelayan yang bersentuhan langsung dengan IKN. Mereka yang menangkap ikan di sungai-sungai daerah Maridan,” katanya.

Menurutnya, daerah atau kelurahan yang bersentuhan langsung dengan IKN lebih besar potensi perikanan budidaya dibanding perikanan tangkap. Sebab komoditas tangkap yang ada di sana berupa kepiting udang dan ikan. Lomo Sabani berharap, melalui bentuk fasilitasi Biro Humas KKP tersebut, maka para nelayan di Benuo Taka mendapat perhatian secara luas oleh masyarakat.

Dia juga berharap agar kegiatan tersebut memberi manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan nelayan perikanan tangkap daerah. “Khususnya yang bersentuhan langsung dengan IKN,” pungkasnya. (advertorial)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *