DLH PPU Nilai Kesehatan Ekosistem Berdasarkan Jumlah Keanekaragaman Hayati

Kabid Tata Lingkungan DLH Rohmat Agus Purwanto

PENAJAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) terus berusaha menjaga keanekaragaman hayati di Benuo Taka. Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rohmat Agus Purwanto mengungkapkan, bahwa hasil dari konsultasi publik mengenai keanekaragaman hayati akan menjadi dasar dalam menyusun rencana induk pengelolaan keanekaragaman hayati. Rencana ini akan mencakup zonasi yang meliputi area daratan dan perairan, guna memastikan bahwa setiap ekosistem mendapat perhatian dan perlakuan yang sesuai.

“Jumlah pasti spesies yang kami temukan akan kami sampaikan dalam laporan akhir. Namun, kami sudah memetakan sebagian datanya, yang menunjukkan keragaman hayati yang luar biasa di wilayah ini,” kata Agus beberapa waktu lalu.

Dia juga menyoroti kekayaan alam di Benuo Taka. Menurutnya, keanekaragaman hayati di PPU tidak hanya berasal dari sumber daya mineral. tetapi juga dari keberagaman flora dan fauna. Salah satu contoh yang mencolok adalah enam jenis burung endemik Rangkong yang dapat ditemukan di Kabupaten PPU. Termasuk Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) yang juga ditemukan di PPU. Burung ini berkembang di hutan konservasi lahan perkebunan sawit dan menjadi indikator kesehatan ekosistem setempat.

“Di lahan konservasi PT Sukses Tani Nusasubur (STN), kami mencatat enam varietas Rangkong, sementara di seluruh Indonesia terdapat 13 varietas,” imbuhnya.

Dengan inisiatif ini, DLH Kabupaten PPU berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya melestarikan spesies lokal, tetapi juga mendukung ekosistem yang sehat untuk generasi mendatang. Melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi dengan komunitas lokal, DLH ingin mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan alam.

“Dengan memahami dan menghargai kekayaan alam yang ada, kami percaya bahwa masyarakat akan lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan. Upaya ini sangat penting untuk memastikan bahwa Benuo Taka tetap menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati yang berharga,” pungkas Agus. (advertorial)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *