
SAMARINDA – Pj Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik melakukan peninjauan Stadion Utama Palaran, pada Rabu (10/01/2024), didampingi Kadispora, BPKAD dan Kadis PUPR-Pera Kaltim, dan KONI Kaltim di Samarinda.
Dalam kesempatan tersebut, Akmal mendengarkan penyampaian dari Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras. Di mana KONI mengajukan bonus senilai Rp300 juta bagi atlet peraih emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024, di Aceh dan Sumut mendatang.
Kabid Humas KONI Kaltim, Zulkarnain menerangkan, bahwa Akmal Malik sangat menyambut baik pengajuan tersebut, sebab dirinya sudah melihat prestasi pejuang olahraga Benua Etam pada babak kualifikasi (BK) PON 2023 lalu yang menempati posisi 4 besar nasional.
Sehingga Pj Gubernur ini mengarahkan kepada KONI untuk terus berkoordinasi dengan Dispora Kaltim.
“Ketika itu disampaikan, pak Pj menyambut baik dan dia menyebutkan memang atlet ini ada masanya dan masa itu tidak panjang jadi dengan memberi bonus 300 juta itu jadi modal dia untuk pegangan pada prinsipnya dia ‘oke’ dengan bonus 300 juta itu dan nanti pak rusdi secara khusus akan bersurat ke Dispora ditembuskan ke Pj Gubernur,” ujar Zulkarnain menjelaskan.
Ia juga menyebutkan bahwa Akmal mengarahkan Kepala BPKAD Kaltim untuk mencatat pengajuan tersebut.
“Karena kebetulan disampingnya ada kepala BPKAD, ‘Fahmi dicatat saja, kalau saya pada prinsipnya oke, asalkan anggaran kita memadai’, nilai itu masih bisa dipertimbangkan,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Zul itu juga menambahkan, bahwa pengajuan bonus tersebut sangat disambut baik oleh Akmal Malik yang senang dengan raihan prestasi atlet-atlet Benua Etam.
Menurut Akmal dikatakan Zul, pejuang olahraga Kaltim ini memang layak mendapatkan bonus senilai 300 juta tersebut.
“Pokoknya KONI Kaltim mengajukan bonus untuk peraih emas 300 juta ketika itu disampaikan ke Pj, Pj menyambut baik karena itu sudah sepantasnya dan atlet masanya tidak panjang dan dia mengharumkan nama daerah. Jadi kalau diberi segitu wajar dan pantas saja,” katanya Zul.
Pengajuan bonus tersebut awalnya senilai Rp250 juta, namun setelah melakukan pertimbangan maka KONI Kaltim menambah lagi menjadi Rp300 juta, demi penunjang motivasi atlet agar terpacu meraih prestasi terbaik di PON yang akan datang. (Dy)





