
SAMARINDA – Setelah mengikuti test fisik, Kickboxing Kalimantan Timur (Kaltim) hanya tinggal mematangkan persiapannya dalam menghadapi babak kualifikasi PON yang terselenggara pada 20 Oktober 2023 di Kota Bogor.
Pelatih Kickboxing Kaltim, Ricky Asriel Refualu mengatakan persiapan sementara ini sudah matang dengan melakukan TC sejak 12 September lalu.
Di mana pada Pra PON nanti akan menurunkan 10 putra dan 7 putri dengan kondisi fisik dan persiapan teknik yang matang. Namun 3 diantaranya berangkan menggunakan dana mandiri, sebab KONI Kaltim hanya memberikan kuota sebanyak 14 atlet saja.
“Kondisi teknik alhamdulillah tekniknya bagus karena latihannya juga terprogram full beda hal kalau dengan kita latihan TC mandiri itu berbeda kalau ini diarahkan untuk fisik dan untuk performa mereka juga otomatis sangat bagus. Untuk fisik sejauh ini sangat bagus dan tidak ada cedera,” ucap Ricky beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Ricky menerangkan selama TC atletnya melakukan uji tanding dengan beberapa cabor lain seperti MMA dan Muaythai, guna membantu petarungnya untyk menigkatkan skill dan tekniknya
Melalui program latihan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi fighter Benua Etam dalam menghadapi Pra PON mendatang.
“Motivasinya menghadapi Pra PON, pertama kami bersyukur sudah di bantu KONI dan ketua umum kami terus kami juga berterimakasih dari teman-teman cabor lain yang sudah membantu kami dalam artian untuk teman sparing dan evaluasi kami. Motivasinya untuk saat bertanding saya percaya cabor kita akan memberikan prestasi yang manis,” ujar Ricky dengan optimis.
Pelaksanaan Pra PON cabor Kickboxing nanti rencananya dibagi 4 wilayah/zona, di mana setiap zona diisi oleh 9 provinsi. Kendati demikian Ricky tetap optimis anak asuhnya bisa meraih medali untuk Kaltim. (Dy)



