
BERAU – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Teknis bersama Pemkab Berau, Kamis (03/08/2023) pagi, di Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Rapat tersebut membahas soal Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Se-Kaltim Tahun 2023. Isran Noor memberikan apresiasi atas pencapaian Kaltim yang telah meraih peringkat kedua secara nasional sebagai provinsi dengan realisasi penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) tertinggi di Indonesia.
Hal itu tercatat realisasi PDN yang dimiliki Kaltim sebesar Rp3,1 Triliun. Nilai tersebut tepat di bawah DKI Jakarta yang berada di posisi pertama dengan realisasi PDN sebesar Rp 6,8 Triliun.
“Posisi nomor dua, hebat. Dari pada nomor 10,” ucap Gubernur Kaltim Isran Noor, sembari guyon.
Menurut orang nomor 1 di Kaltim itu, secara realistis Kaltim jauh lebih tinggi dalam realisasi produk dalam negeri. Hal itu dibuktikan dengan produksi batu bara yang menjadi kebutuhan energi nasional.
“Kaltim produsen batu bara terbesar di Indonesia. Batu bara itu, juga produk dalam negeri,” katanya.
Dalam agenda penutup kunker Gubernur Kaltim bersama rombongan ke wilayah utara, dirangkaikan dengan penyerahan bantuan operasional dari SKPD Provinsi Kaltim untuk para penerima di Kabupaten Berau. Bantuan-bantuan tersebut di antaranya bantuan Pupuk NPK dan herbisida dan alat pompa pemadam kebakaran dari Dinas Perkebunan, alat produksi UMKM dari Disperindagkop, bantuan fasilitas miniranch dari DPKH, Bankeu desa dan Bumdes dari DPMPD, dan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni dari DPUPR Pera.
Seremoni pembukaan Rakortek P3DN ditutup dengan penandatanganan bersama Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Produk Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK). (Dy)



