
Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Dalam setiap bulan warga Desa Lebak Mantan mampu memproduksi tusuk sate hingga sebanyak 5 ribu sampai 10 ribu.
Warga Desa Lebak Mantan telah menjadikan produk tusuk sate tersebut sebagai mata pencaharian sampingan mereka.
Adanya potensi tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lebak Mantan, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pun melirik hal ini.
Kemudian memberikan fasilitas kepada warga berupa lima mesin tusuk sate, untuk menambah produtifitas, serta meningkatkan perekonomian warga di desa tersebut.
“Akan tetapi hanya ada 5 warga yang difasilitasi mesin produksi oleh Bumdes. Jika memakai mesin hasil produksi tusuk sate akan lebih banyak, dalam sehari bisa mencapai 5000-6000 tusuk sate,” ucap Kepala Desa Lebak Mantan, Satibi Yusuf saat dikonfirmasi awak media, pada Kamis (1/6/2023).
Satibi Yusuf mengharapkan, meskipun produksi tusuk sate ini hanya sebatas sampingan, tetapi ia hal tersebut harus terus digeluti, membuat inovasi baru, sehingga produksi tusuk sate ini akan terus berkembang.
Pemasaran tusuk sate ini masih minim, hanya dijual di sekitar Tenggarong dan Samarinda. Sementara harga tusuk sate tersebut, dijual Rp15 ribu per ikat dengan isi 1000 batang.
“Kita kedepan akan berkoordinasi dengan Dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, dan Dinas Koperasi dan UKM, untuk pemasaran, kemasan, dan pelatihan,” katanya.
Menurutnya, kemasan yang baik untuk tusuk sate akan menambah nilai jual, sehingga perekonomian masyarakat terus meningkat.
“Sebenarnya produk tusuk sate ini menjanjikan, mulai bahan baku tidak ada kendala, namun pemasarannya saja yang belum luas. Kalau pemasarannya sudah lebih luas, bisa saja mesin produksinya ditambah,” pungkasnya.





