Polres Kukar Lakukan Pengamanan di 28 SPBU, Antisipasi Penimbunan BBM

Polres Kukar Lakukan Pengamanan di 28 SPBU, Antisipasi Penimbunan BBM.

KUTAI KARTANEGARA – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar bersubsidi pada, Sabtu (3/9/2022) siang tadi. Hal ini terbilang dadakan, padahal sebelumnya wacana kenaikan tersebut akan terjadi pada 1 September 2022, namun belakangan hal tersebut tidak terjadi.

Dan secara tiba-tiba diumumkan siang ini. Namun demikian, harga BBM di seluruh SPBU di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak ada perubahan.

Dimana masih menggunakan harga yang lama. Hal tersebut disampaikan Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena, melalui Kabag Ops Kompol M. Aldy Harjasatya pada awak media, Sabtu sore.

Bahkan sejak pagi hingga malam, sejumlah personil Polres Kukar dan jajaran Polsek, langsung dikerahkan untuk melakukan pengamanan di 28 SPBU dan APMS yang ada di Kukar.

“Ada 70 personil kita kerahkan untuk melakukan pengamanan di seluruh SPBU dan APMS di 16 kecamatan di Kukar. Tiap SPBU kita tempatkan 2 hingga 3 personil,” kata Aldy.

Pengamanan tersebut dilakukan jauh hari, untuk mencegah adanya permainan dengan para pengetap. Sehingga tidak terjadi penimbunan BBM.

“Itu perintah langsung dari Bapak Kapolri. Seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia, termasuk di Kukar, agar melakukan pengamanan di SPBU. Bukan hanya mengantisipasi kenaikan harga minyak, tetapi agar tidak terjadi penimbunan BBM bersubsidi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh pemilik SPBU dan APMS agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Agar penyaluran BBM untuk masyarakat berjalan lancar.

Dan ia juga menegaskan kepada para pemilik usaha minyak tersebut, agar tidak melayani para pengetap BBM bersubsidi.

“Saya minta jangan ada yang melakukan penimbunan BBM bersubsidi,” tegasnya. (cps)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *