DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Rusak Poros Sangkulirang Kutim

Gambar saat ini: Foto: Titik jalan yang rusak pada poros menuju Kecamatan Sangkulirang. Sumber: Istimewa.
Foto: Titik jalan yang rusak pada poros menuju Kecamatan Sangkulirang. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Kondisi jalan poros menuju Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kembali menjadi sorotan. Kerusakan di sejumlah titik dinilai semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, mendesak percepatan penanganan agar dampaknya tidak semakin luas bagi masyarakat.

Menurutnya, beberapa ruas mengalami kerusakan berat dengan lubang berukuran besar dan kedalaman bervariasi. Bahkan, di sejumlah titik terjadi longsor yang menyebabkan badan jalan menyempit sehingga kendaraan dari dua arah tidak bisa melintas bersamaan.

Kondisi tersebut memicu antrean panjang, terutama pada jam sibuk, serta meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Agusriansyah menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak bisa lagi ditunda, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat pesisir utara Kaltim.

Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur agar pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret.

“Harapan kami, tindak lanjutnya bisa segera direalisasikan agar masyarakat tidak terus dirugikan,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Selain jalan berstatus nasional, ia juga menyoroti ruas jalan provinsi yang memerlukan perhatian serius. Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat pembahasan APBD 2026, ia menekankan pentingnya prioritas anggaran infrastruktur untuk wilayah pesisir dan utara.

Secara khusus, ia menyebut koridor Bontang–Kutim–Berau sebagai jalur strategis yang menopang mobilitas warga dan distribusi barang.

Kerusakan jalan tersebut, lanjutnya, berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi. Distribusi logistik menjadi terhambat, biaya angkut berpotensi meningkat, serta risiko kerusakan kendaraan semakin tinggi.

Bagi daerah yang bergantung pada konektivitas darat untuk distribusi kebutuhan pokok dan hasil produksi, gangguan infrastruktur dapat memengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

DPRD Kaltim mendorong sinergi lebih kuat antara pemerintah pusat dan provinsi agar penanganan jalan, baik nasional maupun provinsi, berjalan selaras dan berkelanjutan.

Sebagai wakil rakyat, Agusriansyah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir dan utara Kaltim agar tetap menjadi prioritas dalam setiap tahun anggaran. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *