
Samarinda, Kaltimedia.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda mengimbau masyarakat untuk menjaga kekhusyukan ibadah sekaligus tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan selama bulan Ramadan.
Meningkatnya aktivitas keagamaan di masjid maupun kawasan permukiman diharapkan tetap dibarengi dengan sikap saling menghormati antarwarga.
Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, Nasrun, menegaskan bahwa penggunaan pengeras suara sebagai sarana syiar tetap diperbolehkan. Namun, pemanfaatannya harus mengikuti ketentuan waktu yang berlaku demi menjaga ketenteraman bersama.
Menurut Nasrun, pengeras suara luar untuk kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, majelis taklim, dan aktivitas serupa dibatasi hingga pukul 22.00 Wita.
“Adapun pengeras suara di dalam ruangan dapat digunakan sesuai kebutuhan kegiatan ibadah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengaturan tersebut bukan untuk membatasi kegiatan keagamaan, melainkan sebagai upaya menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.
Nasrun juga mengajak warga mempertimbangkan waktu istirahat tetangga, termasuk anak-anak dan lansia.
Selain itu, Kemenag Samarinda turut menyoroti kebiasaan membangunkan sahur yang terkadang dilakukan terlalu dini melalui konvoi kendaraan atau berkeliling kampung.
Dengan waktu Subuh di Samarinda yang umumnya sekitar pukul 05.00 Wita, kegiatan membangunkan sahur disarankan dimulai sekitar pukul 03.45 Wita.
“Jika dilakukan terlalu awal, misalnya sejak pukul 02.30 Wita, hal itu berpotensi mengganggu ketenangan warga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nasrun mengingatkan bahwa Ramadan juga mengandung nilai toleransi. Tidak semua orang menjalankan ibadah puasa karena alasan tertentu yang dibenarkan, seperti kondisi kesehatan atau dalam perjalanan jauh.
Masyarakat juga diimbau menghindari aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, seperti balapan liar maupun kegiatan lain yang meresahkan.
“Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Nasrun berharap, dengan kesadaran bersama, suasana Ramadan di Samarinda dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh keberkahan. (Rfh)
Editor: Ang





